Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membeli vaksin Covid dari tiga perusahaan vaksin ternama di Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Dikutip dari Maritim.go.id, vaksin dari ketiga perusahaan itu sudah masuk pada tahap akhir uji klinis tahap ke-3 dan dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.
Tiga perusahaan vaksin asal RRT tersebut yakni Cansino, G42/ Sinopharm dan Sinovac. Jumlah vaksin yang disanggupi oleh masing-masing perusahaan beragam, tergantung dari kapasitas produksi dan komitmen kepada pembeli lain.
Diperkirakan pada November 2020 mendatang, vaksin tersebut sudah sampai di Indonesia dan dapat langsung digunakan untuk kelompok prioritas. Persiapan juga sudah dilakukan untuk program vaksinasi Covid-19 tahun ini.
Berikut jumlah vaksin dari tiap perusahaan yang bakal siap pada November 2020 mendatang.
1. G42/ Sinopharm
Perusahaan ini menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Untuk jumlah 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020. Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose) untuk Indonesia.
2. Cansino
Perusahaan Cansino menyanggupi 100.000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.
3. Sinovac
Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November 2020 dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Untuk single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.
Vaksin memang sedang disiapkan, tapi kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan ketat. Pastikan lakukan 3 M, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Pemerintah Indonesia akhirnya melakukan finalisasi pembelian vaksin Covid-19 di Republik Rakyat Tiongkok. Pada 10 Oktober lalu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Duta Besar RI Djauhari Oratmangun dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir bertemu dengan pimpinan perusahaan produsen vaksin Covid-19 yaitu Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac.
Diperkirakan pada November 2020, vaksin sudah siap dan bisa digunakan. Menteri Kesehatan Terawan menguraikan bahwa persiapan detail untuk program vaksinasi ini terus dilakukan. Nantinya vaksin diprioritaskan untuk kelompok tertentu.
“ Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedic, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik” kata Menkes Terawan, dikutip dari Maritim.go.id.
Menkes dan jajarannya telah menyiapkan program vaksinasi Covid-19 dan mengambil langkah untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia dan akan segera melakukan simulasi di beberapa puskesmas. Sejak akhir September 2020 juga telah dilaksanakan pelatihan kepada tenaga kesehatan mengenai tata cara vaksinasi Covid-19.

Terawan juga menegaskan bahwa para garda terdepan dan yang tidak mampu secara ekonomi akan dibayarkan vaksinnya oleh Pemerintah " mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh Pemerintah," ungkap Terawan.
Sumber: Maritim.go.id
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Para peneliti menyebut bahwa berdasarkan uji klinis tahap awal vaksin Covid-19 eksperimental yang dikembangkan oleh Institut Biologi Medis China, di bawah Akademi Ilmu Kedokteran China, aman.
Uji klinis Tahap 1 melibatkan 191 partisipan sehat berusia 18 hingga 59 tahun. Suntikan vaksin eksperimental pada kelompok tersebut tidak menunjukkan reaksi negatif yang parah, kata Institut melalui dokumen yang diunggah di jurnal pracetak medRxiv, Selasa lalu.

Reaksi negatif yang paling umum dialami oleh partisipan, yaitu nyeri ringan, sedikit kelelahan dan kemerahan, serta gatal dan bengkak di bekas suntikan. Vaksin eksperimental itu juga memicu respons imun.
" Semua data yang diperoleh dari uji klinis ini mendukung keamanan dan imunogenitas dari vaksin inaktif ini dan juga mendorong riset lebih lanjut mengenai keampuhan vaksin tersebut ke depannya," bunyi dokumen tersebut.
China menyuntik ratusan ribu pekerja esensial dan kelompok lainnya yang dianggap sangat berisiko dengan vaksin lainnya, bahkan saat uji klinis belum sepenuhnya rampung, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan para ahli.
Sedikitnya empat vaksin eksperimental buatan China kini sedang dalam uji klinis tahap akhir.
Sumber: Channel News Asia