Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Tidak hanya sekolah dan kampus, beberapa kantor juga memperbolehkan karyawannya untuk work from home alias bekerja dari rumah terkait mewabahnya virus corona atau Covid-19 ini.
Hal ini bisa jadi keuntungan dan kerugian. Meskipun kamu bisa menghemat ongkos dan biaya makan, tapi bekerja di rumah juga cukup sulit untuk fokus.
Terutama, jika kamu memiliki banyak hal yang perlu dilakukan di rumah. Dilansir dari Miss Kyra, berikut tips bekerja di rumah agar lebih fokus.
Bekerja di rumah seharusnya tidak berbeda dengan waktu kerja biasanya. Buatlah rencana dan target yang harus dicapai dalam sehari.
Ini akan membantumu menyelesaikan pekerjaan lebih efektif dan jangan lupa memberi jeda sedikit di antara pekerjaan.

2. Mengatur Ruang Kerja
Bekerja di tempat tidur bukanlah hal yang baik karena akan membuatmu merasa malas. Buatlah satu ruangan bekerja di rumahmu.
Kamu bisa mengatur satu meja kerja atau menempati ruangan yang sepi dan nyaman untuk bekerja. Ubah suasana tempat kerja di beberapa waktu.
Tetaplah terkoneksi dengan rekan kerja. Ini juga akan membantumu lebih fokus menyelesaikan pekerjaan. Koordinasi adalah kunci efektivitas saat bekerja di rumah.
Tapi, hanya gunakan grup untuk urusan pekerjaan.

4. Memberi Tahu Keluarga Atau Teman Sekamar
Beri tahu keluarga atau teman sekamarmu tentang waktu bekerja. Ini memastikan mereka tahu bila kamu sedang bekerja dan tidak bisa diganggu.
Dream - Tren kerja pada generasi kekinian ternyata mengalami pergeseran. Bukan upah tinggi, banyak dari para pencari kerja memilih gaji rendah namun bisa kerja dari rumah.
Pakar marketing, Yuswohady, menilai kecenderungan ini merupakan salah satu gejala disrupsi ekonomi yang melanda kaum muda. Ada banyak sekali kebiasaan yang " dibunuh" oleh generasi Y terutama jam kerja 9-5.
" Lebih baik gaji turun, tapi bisa bekerja di rumah," kata Yuswohady dalam Media Training and Gathering tentang Perbankan Syariah di Bogor, Jawa Barat, ditulis Sabtu 23 November 2019.
Menurut Yuswohady, generasi kekinian ogah berlama-lama kerja di kantor. Mereka lebih suka bekerja di rumah atau di co-working space sehingga membuat bisnis sewa ruang kerja itu menjamur.
Alasan lain yang membuat kaum muda malas bekerja di kantor yaitu tersitanya waktu untuk berinteraksi dengan keluarga. Alhasil, kesempatan untuk bercengkama dengan orangtua dan saudara jadi berkurang.
Selain itu, generasi kekinian juga mencari kesenangan, terutama dalam bekerja. Sehingga, selain co-working space, banyak kafe ramai dengan anak muda yang sedang bekerja.
" Ini 'pembunuh' model 9-5," kata Yuswohady.
Generasi ini juga lebih suka bekerja di kantor startup seperti Traveloka atau Gojek. " Generasi milenial lebih suka bekerja dengan pimpinan yang bedanya 1-2 tahun," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya