Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Meskipun banyak orang yang tertarik berhubungan intim dengan pasangan, terutama setelah menonton adegan romantis, tapi hal itu tak berlaku umum pada wanita. Rangsangan visual itu tak lantas membuat mereka menjadi menginginkan berhubungan intim.
Pakar kesehatan wanita, Pelin Batur menyatakan wanita yang sebetulnya tak menginginkan melakukan hubungan akan merasa kesakitan. Wanita juga bisa kesulitan mencapai klimaks atau libidonya tidak terlalu tinggi.
Dilansir dari Health.clevelandclinic.org, gairah seorang wanita bisa berubah seiring waktu. Terkadang, libido meninggi dan di waktu lainnya menurun.
Gairah seorang wanita dipengaruhi oleh faktor hormon, stres serta kondisi hubungan. Hal ini bisa terjadi pada semua pasangan.
Jika sudah nyaman dengan kualitas dan kuantitas hubungan intimmu, berarti kamu sudah menemukan pola yang tepat. Tapi jika masih mengalami masalah, berikut penyebabnya.

Stres bisa mempengaruhi libido. Maka dari itu, tak heran jika kamu mengalami penurunan libido selama pandemi Covid-19. Temukan cara untuk mencegah dan mengatasi stres agar lebih nyaman berhubungan seksual.

Rasa sakit bisa menurunkan libido. Hal ini bisa disebabkan oleh disfungsi pada panggul, perubahan hormonal dan lain-lain.
Konsultasikan pada dokter untuk mengatasi rasa sakitmu dan meningkatkan kualitas maupun kuantitas hubungan seksual.

Depresi bisa mempengaruhi kegiatan seksualmu. Masalah dengan pasangan dan pengalaman seksual yang buruk bisa mempengaruhi gairahmu. Kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk mengatasinya.

Terkadang, memiliki libido rendah dipengaruhi oleh pola pikir yang dimiliki ketika belum pernah mengalaminya. Namun ketika sudah melakukannya, kamu bisa menikmati hubungan seksual.
Lain halnya jika kamu sama sekali tidak tertarik meskipun telah melakukanna. Hal ini disebut gangguan hasrat seksual hipoaktif (HSDD) atau gangguan gairah/minat seksual. Kamu bisa berkonsultasi pada dokter untuk mengatasinya.

Banyak wanita berpikir bahwa klimaks bisa diraih setelah penetrasi. Namun, sebenarnya mayoritas wanita membutuhkan stimulasi eksternal untuk mencapai klimaks. Kamu bisa menggunakan sex toys untuk membuat hubungan seksual terasa lebih menyenangkan.
(Sumber: Health.clevelandclinic.org)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya