Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Dream - Salah satu panggilan alam, selain pipis, yang tak bisa ditahan setiap orang adalah kentut. Saat tak tertahankan, apalagi sampai mengeluarkan bau tak sedap, kita biasanya harus menutup muka karena tak tahan menanggung malu.
Tapi mulai sekarang sebaiknya kamu tak perlu menutup muka atau kabur dari ruangan karena menanggung malu.
Sseorang ahli gizi justru merekomendasikan agar kita tidak 'malu-malu' untuk kentut. Sebab menahan kentut justru berdampak buruk bagi kesehatan manusia.
Dan yang menjijikkan, jika kentut ditahan-tahan, gasnya akan keluar lewat mulut!
Berikut penjelasan singkat tentang dampak menahan kentut dari ahli nutrisi Inggris, Profesor Clare Collins.
Menurut Profesor Clare Collins, ahli nutrisi dan dietetika di University of Newcastle, Inggris, menahan kentut bisa menyebabkan kondisi distensi abdomen. Ini adalah istilah medis untuk menggambarkan ketika ada zat (gas atau cairan) yang menumpuk di dalam perut.
Jika tak segera keluar lewat jalur yang benar, maka gas atau cairan itu bisa diserap kembali ke dalam sirkulasi tubuh dan dikeluarkan melalui mulut.
Dalam makalah yang diterbitkan di The Conversation, Profesor Collins memperingatkan tentang 'kerugian' menahan kentut.
" Terlalu lama menahan kentut justru akan lebih mempermalukan Anda. Sebab gas yang terkumpul dan mencapai puncaknya akan keluar melalui kentut yang tak terkontrol," katanya.
Tidak hanya itu, kentut yang ditahan-tahan bisa berujung pada kondisi yang disebut divertikulitis.
Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi pada divertikula, yaitu kantung-kantung yang terbentuk di sepanjang saluran percernaan, terutama di usus besar (kolon).
Yang perlu diingat bahwa kentut adalah kondisi yang normal dan alami. Pemicu kentut ini juga berasal dari berbagai sumber. Kentut bahkan bisa tercipta karena kita 'menelan' udara.
" Dari karbon dioksida yang dihasilkan ketika asam lambung bercampur dengan bikarbonat di usus kecil. Atau gas yang diproduksi oleh bakteri yang hidup di dalam usus besar," jelas Profesor Collins.
Profesor Collins menyarankan jika memang terasa ingin kentut saat berada di tempat umum, jangan menunda untuk segera pergi ke toilet.
" Namun jika kondisi tak memungkinkan untuk pergi ke toilet, Anda bisa melepaskannya di tempat Anda berada saat itu juga," pungkas Profesor Collins.
(Sah, Sumber: Mirror Online)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya