Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pembukaan Butik Verona Collection.
Dream - Ada pemandangan unik di Fashion Square Mall di Florida, Amerika Serikat, akhir pekan lalu. Tak seperti biasanya, hari itu banyak wanita berhijab. Lalu-lalang dan ber-selfie di atas karpet merah. Irama musik Padang Pasir berdentum-dentum. Mengiringi acara dandan gratis yang diberikan sebuah gerai.
Itulah pemandangan pembukaan butik Verona Collection. Ini adalah gerai busana hijab pertama di pusat perbelanjaan beken Paman Sam. Kini, busana Muslimah itu mulai mendapat tempat di hati Muslimah di sana.
" Kami tak banyak menemui kendala, ini saat sempurna bahwa kami bisa mendapat tempat terbuka," kata Lisa Vogl, pemilik gerai Verona Collection, sebagaimana dikutip Dream dari Fusion, Jumat, 20 Mei 2016.
Vogl merupakan desainer sekaligus fotografer AS yang menjadi mualaf pada 2011. Dia mulai merintis bisnis hijab pada 2013. Dan bisnis ini dia bangun dari pengalamannya sebagai fotografer.
Sebagai fotografer fesyen, Vogl telah melang-lang buana ke berbagai tempat. Termasuk ke Timur Tengah. Di negeri-negeri gurun itulah dia bekerja pada proyek-proyek yang menampilkan busana hijab.
Perjalanan itulah yang menjadi tantangan sekaligus peluang baginya. Dan setelah melahirkan anak pertama, dia memutuskan untuk membangun brand hijab sendiri untuk dipasarkan. Dialah Verona Collection.
" Saya memutuskan untuk membuka brand fashion karena itu bisa aku lakukan di suatu tempat. Itu lebih mudah bagi seorang ibu rumah tangga," katanya.
Vogl merancang merek pakaian sendiri. " Sejak muda aku suka mendesain bersama nenek, dan dia yang menjahitkan untuk saya," kata dia.
Dan keputusan untuk membuka butik busana Muslimdi mal ini datang dari pengalaman pribadi juga. Dia mengaku kesulitan mencari busana hijab di mal-mal AS. " Saya akan pergi ke mal dan mencoba untuk menemukan kaus dan pakaian yang sedikit sederhana dan itu menjadi tugas yang sulit," kata dia.
Gerai Verona ini mungkin hanya buka dua hari dalam seminggu. Meski demikian, kehadirannya sangatlah penting, khususnya bagi para Muslimah AS. Butik ini juga siap untuk mengurangi Islamophobia, atau kecurigaan terhadap Islam yang berkembang dalam masyarakat Barat.
" Kami punya stereotipe bahwa hijaber itu tertekan, mereka dipaksa untuk memakai, dan mereka tak terpelajar," tutur Vogl. " Itu semua yang aku dan pelangganku tak inginkan."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya