Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kehamilan Akibat Petting Disebabkan Paparan Air Mani Dan Sperma Pada Miss V. (Foto: Shutterstock)
Dream - Meski dilakukan tanpa penetrasi, petting memiliki banyak risiko dan salah satunya adalah kehamilan. Apalagi, jika kamu tidak merencanakan kehamilan atau belum menikah.
Dilansir dari Sehatq.com, kehamilan akibat petting disebabkan oleh paparan air mani dan sperma pada miss V. Sperma bisa berenang ke dalam miss V dan terjadi pembuahan.
Tapi, pembuahan tidak selamanya akan berhasil. Apalagi, jika jumlah sperma tidak terlalu banyak dan kualitasnya kurang baik dan wanita tidak berada dalam periode ovulasi.
Pembuahan tidak hanya berisiko terjadi ketika penis mendekati miss V, tapi juga saat melakukan masturbasi menggunakan tangan, mainan seks serta mulut.
Cairan pre ejakulasi yang dikeluarkan pria sebelum mencapai klimaks juga dapat menyebabkan kehamilan.
Meski tidak mengandung sperma, namun masih ada kemungkinan cairan pre ejakulasi terkontaminasi sel tersebut.
Penelitian juga menyatakan bahwa cairan pre ejakulasi mengandung 16,7 persen sperma aktif yang dapat menyebabkan pembuahan. Jadi, kamu harus lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual jika ingin mencegah kehamilan.
(Sumber: Sehatq.com)
Dream - Posisi saat berhubungan seksual sangat berpengaruh pada kepuasanmu dan pasangan. Maka, ada baiknya untuk berdiskusi dengan pasangan seputar posisi yang paling nyaman.
Namun, sebelumnya kamu harus mengetahui beberapa macam posisi yang dapat dilakukan. Dilansir dari Sehatq.com, berikut di antaranya.
1. Woman on top
Sesuai namanya, woman on top atau cowgirl position dilakukan dengan cara memposisikan wanita di bagian atas dan laki-laki di bawahnya. Dengan begitu, wanita lebih banyak mendominasi saat berhubungan seksual.
Misionari merupakan posisi yang berlawanan dari woman on top. Sehingga, wanita akan berada di bawah laki-laki. Jika woman on top memungkinkan untuk membuat pria lebih mudah penetrasi, misionari dapat membuat wanita lebih cepat orgasme.
Dengan saling berpelukan dan mendekatkan tubuh pada pasangan, wanita akan merasa lebih senang serta merasa lebih intim.
3. CAT (coital adjusted technique)
CAT merupakan posisi yang hampir sama dengan misionari. Namun, laki-laki akan menopang tubuhnya dengan telapak tangan saat penetrasi.
Di posisi ini, wanita yang terlentang akan tidur di atas laki-laki yang terlentang. Posisi ini diawali dengan laki-laki yang terlentang sambil wanita duduk dan berusaha memasukkan penis ke dalam miss V.
Lalu, wanita perlahan akan ikut terlentang. Ini akan membuat pria lebih mudah menjangkau klitoris pada miss V.
5. Doggy style
Jika ingin melakukan doggy style, wanita harus berbaring telungkup sementara pria melakukan penetrasi dari belakang. Wanita bisa menstimulasi klitorisnya sendiri untuk mendapatkan pengalaman yang lebih memuaskan.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya