Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Papan Penanda Jalan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Seorang wanita di Melbourne, Australia, bisa dibilang apes. Dia tertimpa papan rambu-rambu lalu lintas di jalan tol.
Dikutip dari Carscoops, Senin 14 Januari 2019, kecelakaan ini terekam video kamera dashboard seorang pengendara mobil. Kejadian ini bermula wanita itu sedang mengendarai Hyundai Santa Fe ketika sedang melintasi tol.
Ketika melintas di bawah penanda tol, salah satu papannya oleng dan terguling ke depan. Papan itu menimpa bagian belakang mobil dan menimpa seluruh badan mobil.
Alhamdulillah, wanita pengemudi Hyundai ini hanya luka ringan.
Sekadar informasi, penanda itu berukuran 4x5 meter dan terbuat dari baja. Atas insiden ini, Otoritas Proyek Jalan Utama sedang menginvestigasi kasus ini.
“Ini adalah situasi yang langka,” kata pejabat Otoritas Proyek Jalan Utama, Graeme Chambers.
Chambers mengatakan pihaknya juga memperbaiki papan penanda jalan di tol itu.
Kamu bisa melihat videonya di sini.
Dream – Seorang pria dari Tampa, Florida, Amerika Serikat, meninggal dunia gara-gara lupa mematikan mesin. Dia lupa mematikan mobil yang diparkir di garasi semalaman.
Alhasil, mobil terus menyala dan menghasilkan gas beracun.
Dikutip dari Auto Evolution, Minggu 13 Januari 2019, pria tersebut bernama Thomas Martino. Jenazahnya ditemukan di lantai pertama kondominiumnya. Tubuhnya terbujur kaku bersama mayat dua ekor anjing.
Istri Martino, Pamela, ditemukan lemas di lantai ke tiga. Dia masih hidup, tapi kritis.
Diketahui, Thomas dan Pamela memarkir mobil di garasi semalam. Sayangnya, mesin lupa dimatikan. Alhasil, gas dari knalpot mobil masuk ke saluran udara kondominium.
“Ini brutal dan menyakitkan. Itu adalah hal yang menyedihkan,” kata tetangganya kepada Fox 13.
Pakar medis di Tampa, Joette Giovinco, mengatakan gas karbon monoksida itu tidak berbau. Makanya, dia disebut sebagai pembunuh dalam senyap.
Gas ini menempel di sel darah merah dan menggantikan oksigen. “Itu menyebabkan kematian,” kata Giovinco.
Dokter ini mengatakan apartemen yang dihuni pasangan itu didirikan sejak 2002. Tak ada detektor asap di bangunan itu. Kalau dipasang, akhir ceritanya tidak berujung tragis.
“Kamu perlu mempertimbangkan detektor karbon monoksida (di rumah),” kata dia.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains