Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Astronot Menikmati Makanan Di Stasiun Ruang Angkasa (Foto: NewScientist)
Dream - Astronot sebentar lagi dapat menghirup aroma roti yang terpanggang saat mengangkasa. Sebab, Stasiun Luar Angkasa Internasional tahun depan akan menguji coba adonan roti dan oven yang dirancang khusus untuk disantap di luar angkasa.
Makanan segar akan membuat hidup di luar angkasa lebih menyenangkan, bagi para astronot dan wisatawan luar angkasa. Menurut pendiri perusahaan dibelakang proyek itu, Bake in Space, Sebastian Marcu, sejak lepas landas orang tak akan lagi menikmati makanan segar.
" Kita perlu membuat roti dari nol," kata Marcu, pada New Scientist.
Proyek ambisius itu bukannya tanpa alasan. Roti memang menjadi salah satu makanan pokok di bumi, tetapi roti dapat mengancam kehidupan di luar angkasa.
Orang pertama dan terakhir yang menikmati roti di luar angkasa adalah dua astronot di misi Gemini 3 milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA. Mereka berbagi sandwich daging kornet yang telah diselundupkan di pesawat ulang alik.
NASA melarang astronot memakan roti karena remah-remah roti dapat terbang di mana-mana sehingga menyebatkan kelilipan atau konsleting di dalam panel listrik. Sejak saat itulah, NASA hanya memperbolehan kulit tortilla sebagai adonan alternatif.
Marcu mengatakan Bake In Space bekerja sama dengan German Aerospace Centre dan ilmuwan makanan dari beberapa organisasi penelitian lainnya mengembangkan campuran adonan dan proses pembuatan roti yang menghasilkan roti bebas dari remah. Bagian yang paling sulit, kata Marcu, adalah tektur roti.
Harapannya, dia dapat menghasilkan roti yang gurih, kenyal, dan tidak menghasilkan remah. " Ini adalah tantangan terbesar," kata penanggung jawabab pengembangan adonan roti, Florian Stukenborg di Bremerhaven di Jerman.
Sementara itu, anggota tim OHB System AG Matthias Boehme saat ini sedang merancang oven yang sesuai dengan aturan Stasiun Luar Anggkasa Internasional. Listrik yang terbatas membuat oven harus bekerja dengan hanya 250 watt dan permukaan luar tidak bisa melebihi 45 derajat Celcius.
" Solusinya adalah oven dengan volume kecil yang menahan panas dengan baik," kata Boehme.
Proyek tersebut telah dipresentasikan di British Space Conference di Manchester , Inggris, pekan lalu.
Apakah penelitian ini akan berhasil? Kita harus menunggu hasilnya. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya