Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Faith Fashion Fushion/ Annisa Mutiara Asharini)
Dream - Tinggal di negara non Muslim membuat hijabers di Australia tahan banting. Sebagai minoritas, tentunya mereka menjumpai banyak tantangan untuk terus menutup aurat.
Hanya dengan tekad yang kuat mereka bisa bertahan menjalani profesi yang luar biasa. Seperti atlit foodball, penjaga pantai hingga desainer modest wear.
Merayakan pencapaian tersebut, Museum of Applied Arts and Sciences Sydney menggelar fashion show Faith Fashion Fusion di Meseum Sejarah Jakarta, pada 1-18 Maret 2018. Indonesia dipilih karena dianggap sebagai negara yang tepat. Berpenduduk mayoritas Muslim serta maju di bidang fashion Muslim.

Acara ini menampilkan koleksi para hijabers yang memiliki kisah mengesankan di Australia. Dituangkan dalam berbagai koleksi, salah satunya baju renang khusus wanita Muslim yang biasa disebut burqini.
“ Kami mau menunjukan realitas orang Islam di Aussie sekarang, beberapa dari mereka kesulitan sebagai olahragawan. salah satunyanya yaitu pengawas pantai yang memakai burqini” ujar Allaster Cox, Kuasa Usaha kedutaan Australia.

Burqini milik Mecca Laalaa menjadi salah satu koleksi yang menarik perhatian. Mecca merupakan perempuan muslim penyelamat selancar pertama di Australia.
Selain itu, mereka turut memboyong koleksi dress antik dengan hijab, lalu ada juga pakaian olahraga perempuan Muslim. Pengunjung yang datang, bisa melihat-lihat sekaligus mmpelajari sejarah Muslimah Australia lewat fashion.
(Sah/Laporan: Ferra Ferdiana)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya