Baru 3 Bulan Dibeli, Mobil Listrik Bikin Atap Jebol

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 31 Juli 2019 08:30
Baru 3 Bulan Dibeli, Mobil Listrik Bikin Atap Jebol
Ledakannya membuat atap garasi runtuh.

Dream – Sebuah mobil Hyundai Kona elektrik meledak pada 26 Juli 2019. Padahal, pemiliknya sedang tidak mengisi daya mobil.

Dikutip dari Insideevs, Rabu 31 Juli 2019, kejadian ini berlangsung di Iie Bizard-Montreal, Kanada. Pria bernama Piero Cosentino membeli mobil ini pada akhir Maret 2019.

Saat makan siang, Cosentino mendengar ada bunyi ledakan. Alarm kebakaran tiba-tiba mati. Asap tebal keluar dari pintu garasi.

Mendengar ledakan itu, Cosentino buru-buru mematikan sekering rumah. Dia langsung berlari ke garasi rumah.

1 dari 6 halaman

Atap Garasi Jebol

Cosentino langsung memadamkan api dengan selang taman sembari menunggu petugas pemadam kebakaran.

Dari sisi jalan yang lain, Cosentino mengatakan ledakan ini membuat separuh atapnya ambrol.

Pemadaman api ini membuat 30 petugas pemadam kebakaran turun ke lapangan. Kepala Divisi Departemen Pemadam Kebakaran Montreal, Louise Desroisers, mengatakan penyebabnya belum diketahui. Tapi, kemungkinan besar penyebabnya berasal dari Hyundai Kona.

Atap garasi meledak.© Insidivees.

“ Itu adalah kendaraan listrik dan tak ada satu pun yang menyebabkan ledakan di seklilingnya. Kami akan menindaklajuti dan menjelaskan kepada pemilik untuk memahami masalah ini,” kata Desroisers.

Cosentino mengaku tidak sedang mengisi daya baterai mobil. Bahkan, mobilnya tak tersambung ke sumber daya.

2 dari 6 halaman

Bertemu Jokowi, Bos Hyundai Singgung Electric Car Sampai Mobil Terbang

Dream – Presiden Joko Widodo menerima kunjungan pimpinan Hyundai Motor Group di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan yang membahas masa depan teknologi otomotif tersebut, Hyundai sempat menyinggung soal rencana pemerintah Indonesia mengembangkan mobil listrik.

“ Di dalamnya termasuk electrical vehicle (mobil listrik), fuel shell vehicle, kendaraan otonom,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. dikutip dari Liputan6.com, Kamis 25 Juli 2019.

Menurut Airlangga, pertemuan juga membahas tentang mobil terbang yang saat ini mulai banyak dipertimbangkan pelaku industri otomotif.

Dari penjelasan Hyundai diketahui jika mulai banyak produsen otomotif mempertimbangkan mobil terbang (flying vehicle).

“ Pembahasan seputar teknologi,” kata Airlangga.

3 dari 6 halaman

Bagaimana Rencana Investasi?

Saat disinggung tentang investasi, Airlangga mengatakan masih ada beberapa hal yang masih dikaji Hyundai Motors sebelum menanamkan modalnya di Indonesia.

Salah satunya adalah kawasan dan insentif yang diberikan pemerintah.

Airlangga menuturkan Jokowi menyambut baik rencana investasi Hyundai Motor.

“ Tentu presiden positif menanggapi industri otomotif karena ini yang menjadi salah satu andalan untuk ekspor Indonesia ke depan. Itu salah satunya bagian dari mobil listrik,” kata dia.

Sekadar informasi, perwakilan Hyundai Motors Group yang hadir yakni Executive Vice Chairman Hyundai Euisun Chung, Presiden Hyundai Young Woon Kong, Executive Vice Presiden Hyundai, Hong-jae Park, dan Senior Vice Presiden YoungTack Lee.

Sementara itu, dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal Thomas Lembong, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

(Sumber: Liputan6.com/Lisza Egenham) 

4 dari 6 halaman

Hyundai Bawa Duit Rp14 T Bikin Mobil Listrik di Indonesia

Dream – Hyundai, produsen otomotif asal Korea Selatan siap membawa dana investasi senilai US$1 miliar (Rp14,12 triliun) ke Indonesia. Hyundai rencananya ingin membangun pabrik mobil listrik di Tanah Air. 

Rencana itu diungkapkan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan saat bertemu manajemen Hyundai.

“ Saya tanya, sambil makan, berapa kau punya investasi. (Dia bilang), ‘Saya bawa US$1 billion, bisa lebih tergantung kapasitas,” kata Luhut di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 15 Januari 2019.

Rencananya, lanjut Luhut, pabrik mobil listrik tersebut akan dibangun di kawasan industri Bekasi, Karawang, atau Purwakarta. Dia berharap kehadiran Hyundai akan melahirkan industri mobil listrik dari hulu sampai hilir.

" Lokasi kita sedang lihat. Bekasi-Karawang-Purwakarta," kata dia.

Untuk saat ini rencana investasi Hyundai di Indonesia baru sebatas pembicaraan. Dalam waktu dekat Hyundai akan mengirimkan timnya untuk membahas terkait pengembangan industri mobil listrik.

" Saya sudah ketemu akhir tahun kemarin bulan Desember awal di Seoul. Nanti akhir bulan ini, Tim Hyundai, akan ke sini untuk bicara," kata dia.

Selain mobil listrik, pemerintah pun terus mendorong pengembangan bahan baku baterai lithium yang menjadi salah satu komponen penting kendaraan listrik di dalam negeri.

Diketahui pabrik bahan baku baterai lithium untuk mobil listrik sendiri sedang dalam proses dibangun di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah. Pabrik milik PT QMB New Energy Materials tersebut ditargetkan selesai dalam 16 bulan ke depan sehingga dapat beroperasi pada pertengahan 2020.(Sah)

5 dari 6 halaman

Tantangan Indonesia Kembangkan Mobil Listrik

Dream – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengakui pengembangan kendaraan ramah emisi, low carbon emission vehicle (LCEV), di Tanah Air masih menghadapi banyak tantangan. Tak hanya soal teknologi, kendala itu adalah sosialisasi kepada publik. 

Pemerintah memang bertekad mengembangkan pemanfaatan teknologi otomotif yang ramah lingkungan. Hal ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah untuk menurunkan gas emisi rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030.

Dikutip Dream dari Merdeka.com, Selasa 6 November 2018, Airlangga Hartarto, menjelaskan pengembangan mobil ini mengalami mulai dari kenyamanan berkendara oleh para pengguna, infrastruktur pengisian energi listrik, rantai pasok dalam negeri, adopsi teknologi dan regulasi. 

" Juga termasuk dukungan kebijakan fiskal agar kendaraan electrified vehicle dapat dimanfaatkan oleh para masyarakat pengguna tanpa harus dibebani biaya tambahan yang tinggi,” kata Airlangga.

Kementerian Perindustrian selama ini terus berupaya menggandeng produsen otomotif dan perguruan tinggi untuk membuat riset bersama dan sosialisasi penggunaan kendaraan listrik.

“ Hasilnya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang sama tentang gambaran kondisi kendaraan rendah karbon,” kata Airlangga. 

6 dari 6 halaman

Dorong Pengembangan Mobil Rendah Emisi

Di bidang fiskal, Airlangga mengatakan pemerintah mendorong pengembangan mobil listrik dengan pemberian insentif pembebasan pajak atau tax holiday.

Selain itu, pemerintah juga akan memberi penurunan tarif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) bagi industri yang memproduksi yang memproduksi komponen mobil listrik di dalam negeri.

" Kemudian juga mengatur tentang pemberian fasilitas fiskal seperti Bea Masuk Ditanggung Pemerintah," kata dia.

Airlangga mengatakan upaya-upaya itu dilakukan mengingat sektor industri otomotif menjadi salah satu andalan dalam roadmap Making Indonesia 4.0. Dia berharap upaya ini bisa menjadi basis produksi kendaraan bermotor, baik internal combustion engine (ICE) maupun electrified vehicle (EV). 

Beri Komentar