Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Tiktokofficialindonesia
Senang rasanya setelah bisa menyelesaikan kuliah dengan predikat yang memuaskan. Tapi, dilema baru ternyata dialami yaitu sulitnya mencari kerja. Sudah mendaftar di banyak perusahaan, tapi masih juga minim panggilan. Sebenarnya apa sih yang salah?
Vina Muliana, sosok yang dikenal sebagai salah satu kreator TikTok yang memiliki latar belakang profesi seorang HR membedah ilmunya dalam event #SerunyaBelajar Ada di TikTok ‘Networking Party’ yang berlangsung pada 9 Juli 2022 lalu. Buat yang kelewatan, gali ilmunya lebih lanjut di sini, yuk!

Sudah menyebar banyak CV di berbagai perusahaan, tapi kenapa nggak dipanggil-panggil juga sih? Vina menjelaskan pentingnya seorang fresh graduate memahami situasi yang ada supaya bisa melakukan career preparation yang terarah.
“ Kita tahu sebagian masyarakat Indonesia berada dalam usia produktif dan bisa menyelesaikan tingkat pendidikan yang tinggi. Jadi, sekarang gelar sarjana sudah lumrah, nggak seprestisius sebelumnya. Yang terjadi akhirnya ketidakcocokan antara supply dan demand yang juga diperparah oleh situasi pandemi dalam beberapa tahun terakhir. Terjadi persaingan yang ketat di lapangan. Inilah yang membuat kalian perlu melakukan career preparation yang tepat,” ungkap Vina.

Vina juga menjelaskan ada 3 faktor penting yang harus diperhitungkan saat sedang merencanakan karier. Yang pertama adalah Clarity atau kemampuan memahami ingin menjadi apa di masa depan. Hal ini perlu direfleksikan dan dipahami dengan baik oleh masing-masing personal.
Selanjutnya adalah Competitiveness atau kompetensi bersaing. Vina mengungkapkan penting untuk meningkatkan kompetensi diri agar bisa bersaing dengan ribuan pelamar. Terakhir adalah Connection, yaitu bagaimana membangun hubungan yang baik dengan banyak orang. Bukan hanya dari segi kuantitas saja, tapi juga kualitas.

Dalam sesi talkshownya, Vina menganalogikan bahwa melamar pekerjaan sama seperti mencari soulmate. Jadi, posisikan diri untuk lebih memahami karakter perusahaan dan posisi yang dilamar agar bisa menemukan jodohnya.
" Posisikan diri seperti FBI, kepo banget dengan si doi, jadi informasi yang didapatkan bisa dipakai dalam proses pedekate agar lebih lancar dan nggak ghosting. Sayangnya ini nggak dilakukan oleh para pencari kerja, mereka pakai 1 CV untuk disebar ke banyak perusahaan. Jadi penting untuk bisa mempersonalisasi resume dan CV yang dimiliki sesuai dengan posisi yang dilamar,” jelas Vina.
Demi bisa bersaing dengan ribuan pelamar, mempersiapkan karier menjadi salah satu basic yang harus dilakukan. Jangan lupa juga untuk selalu meningkatkan kompetensi yang bisa menjadi nilai tambahmu, Sahabat Dream!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya