Peneliti Tak Sengaja Rekam Hewan Laut Ukuran Raksaksa di Kedalaman 700 Meter

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 26 April 2021 17:45
Peneliti Tak Sengaja Rekam Hewan Laut Ukuran Raksaksa di Kedalaman 700 Meter
Peneliti menggunakan kapal selam khusus untuk meneliti kehidupan di kedalaman 700 meter di bawah laut. Kaget saat melihat benda yang ukurannya lebih besar dari kapal.

Dream - Duka mendalam tengah dirasakan seluruh rakyat Indonesia, terutama keluarga awak kapal selam KRI Nanggala-402. Pada Rabu, 21 April 2021 dini hari, kapal selam milik TNI Angkatan Laut itu hilang kontak dan dinyatakan tenggelam pada Minggu, 25 April 2021.

Menurut informasi, badan KRI Nanggala-402 ditemukan di perairan Bali yang terletak 1.500 yard ke Selatan dari letak tenggelamnya kapal pertama kali dengan kedalaman 838 meter.

Dengan kedalaman tersebut, beredar sebuah rekaman yang diunggah akun Instagram @makassar_iinfo, memperlihatkan momen saat sekelompok peneliti mengenakan kapal selam canggih berhadapan dengan hewan raksasa yang diduga hiu berenang di kedalaman 750 meter.

 

 

1 dari 6 halaman

Dua Kali Lebih Besar dari Kapal Selam Peneliti

Pada awal video terlihat makhluk merontar-ronta di pasir sebelum mendekatkan tubuhnya yang berukuran dua kali lebih besar dari kapal selam yang digunakan para peneliti.

hewan laut© Instagram @makassar_iinfo

Hiu raksasa itu langsung menyebul keluar dari gundukan pasir dan membuat air sekitar keruh. Seseorang dalam video sempat mengucap bahwa kapal selam milik mereka sangat kuat tetapi hiu itu lebih kuat.

2 dari 6 halaman

Video Penampakan Hiu

" Kapal ini besar dan kuat, tetapi mereka lebih besar. Jauh lebih besar dan kuat," kata salah seorang peneliti.

Dilansir dari BBC, dalam artikel " Blue Planet II: The moment giant sharks attack crew submarine" , Senin 26 April 2021, kemungkinan hewan raksasa itu merupakan hiu bluntnose sixgill yang bisa tubuh hingga panjang 20 kaki.

Berikut video momen para peneliti berhadapan dengan salah satu hewan raksaksa di kedalaman 750 meter:

      View this post on Instagram      

A post shared by OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo)

 

3 dari 6 halaman

Bobot 1,7 Ton, Hiu Raksasa Purba Berjuluk `Ratu Lautan` Ditemukan Ilmuwan

Dream – OCEARCH menangkap seekor hiu raksasa berukuran 5 meter dengan berat lebih dari 1.750 kilogram. Ekspedisi itu dipimpin oleh Chris Fischer dan menyebut hiu raksasa itu sebagai ‘Queen of the Ocean’.

Hiu raksasa itu ditangkap oleh tim peneliti OCEARCH di Samudra Atlantik bagian barat laut dari Provinsi Nova Scotia, Kanada Timur, pada Jumat 2 Oktober 2020 kemarin.

Pemimpin Ekspedisi Chris Fischer mengatakan hiu itu berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki berat mencapai 1.770 kilogram, seperti dikutip dari laman Daily Star. Hiu ini merupakan hiu terbesar di dunia karena memilik memiliki diameter lebih dari 5 meter.

 

 

4 dari 6 halaman

Memiliki Bekas Luka

Fischer menyebut hiu raksasa itu dengan nama Queen of the Ocean telah hidup selama bertahun-tahun.

“ Ini merupakan mahluk yang sangat tua, Ratu Laut yang sebenarnya dan ibu bagi hiu lainnya,” ucapnya.

“ Hiu ini memiliki bekas luka, luka yang telah sembuh, dan perubahan warna yang menceritakan kisah yang dalam dan kaya tentang kehidupannya selama ini. Kamu akan mendapati hiu ini lebih besar dibandingkan ukuran hiu pada umumnya yaitu di kisaran 1.000 kilogram.

 

5 dari 6 halaman

Hiu Putih Purba

Menurut Fischer ini merupakan pengalaman yang luar biasa karena manusia terlihat sangat kecil apabila di dekat hiu tersebut.

“ Ini adalah pengalaman yang emosional dan merendahkan hati yang membuat kamu merasa kecil. Kamu merada tidak penting berdiri di samping hewan purba seperti itu,” kata Fischer.

Menurut sebuah postingan di laman Facebook, seorang peneliti lainnya menyebut hiu raksasa itu dengan nama Nukumi yang dibaca noo-goo-mee.

Nama Nukumi digunakan untuk menghormati seorang nenek tua bijak legendaris dari suku Mi’kmaq, suku asli Amerika.

6 dari 6 halaman

Diberi Alat Pelacak

 Fischer menambahkan hiu ini memiliki bekas luka di bagianw ajah dari cakaran anjing laut yang sempat berkelahi dengannya.  

“ Dia memiliki banyak goresan di wajahnya dari anjing laut yang berkelahi dengan cakar mereka saat hendak memangsanya,” ucapnya.

Data Nukumi telah dikumpulkan untuk 21 proyek penelitian, termasuk suara ultra, sampel bakteri dari gigi, dan sampel kotoran untuk mempelajari pola makannya. Sampel darah, otot, dan kulit juga diambil untuk penelitian tentang spesies tersebut.

OCEARCH memasang tiga label pada hiu itu termasuk satu untuk mencatat seberapa dalam hiu itu berenang dan satu lagi yang akan melacak pergerakannya selama lima tahun ke depan.

 Lihat videonya berikut ini:

Beri Komentar