Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pernah Mengalami Mabuk Perjalanan, Sahabat Dream? (Foto: Shutterstock)
Dream – Saat sedang dalam perjalanan, baik menggunakan mobil, pesawat, atau kapal laut, sebagian orang mengalami kondisi yang tak nyaman seperti pusing atau muntah saat sudah tak tertahankan. Kondisi ini jamak dinamakan dengan mabuk perjalanan.
Anak-anak berusia 5 tahun-12 tahun, ibu hamil, dan orang lanjut usia lebih sering mengalami mabuk perjalanan. Namun, beberapa anak muda yang sedang dalam kondisiya tidak fit bisa juga mengalami masalah yang satu ini.
Sebenarnya mabuk perjalanan hal yang lumrah tetapi bisa mengganggu orang lain di sekitarnya. Saat orang mabuk perjalanan, dia akan pusing, pucat, air liur meningkat, hingga kehilangan keseimbangan.
“ Mabuk perjalanan tidaklah berbahaya, namun akan membuat yang mengalami merasa tidak nyaman dan mengganggu penumpang lainnya,” kata Aftersales Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Auto2000, Selasa 8 Juni 2021.
Mabuk perjalanan terjadi ketika otak tidak mampu menerima dengan baik campuran sinyal dari beberapa anggota tubuh dalam perjalanan. Ditambah, telinga bagian dalam yang berisi cairan untuk mengatur keseimbangan tubuh merasakan guncangan ketika kendaraan melaju.
Dalam kondisi tertentu, otak tidak mampu memproses dengan baik sinyal-sinyal yang berbeda dan membuat kerja otak menjadi kacau sehingga timbul keluhan mabuk perjalanan.
Faktor yang dapat memicu dan meningkatkan risiko mabuk perjalanan di antaranya adalah kurang istirahat, perubahan hormonal karena kondisi-kondisi tertentu seperti sedang menstruasi, hamil, atau menggunakan pil KB.
Lainnya adalah bermain gadget atau membaca buku di dalam kendaraan, menderita gangguan keseimbangan tubuh seperti migrain, dan memiliki riwayat mabuk perjalanan.
Ada beberapa cara bisa dilakukan untuk mencegah mabuk perjalanan. Pertama, menghindari konsumsi makanan berat sebelum perjalanan dan mengutamakan camilan sehingga perut tidak mudah mual saat menerima guncangan di jalan.
Kamu juga bisa memilih posisi duduk yang membuat mata leluasa memandang lurus searah jalan atau posisi duduk yang minim guncangan. Misalnya, duduk di samping sopir dan tidak duduk menghadap ke samping atau belakang.
Usahakan untuk beristirahat yang cukup sebelum mulai berpergian. Hindari mengonsumsi minuman beralkohol dan konsumsilah air putih atau minuman segar, misalnya jus jeruk waktu haus. Jangan membaca buku atau menatap layar gadget saat kendaraan sedang melaju karena otak sulit mencerna semua informasi ketika bergerak.
Saat merasa tidak enak badan, pusing, atau mual, usahakan untuk segera membaringkan diri dan memejamkan mata sampai gejala mereda. Untuk yang mempunyai riwayat mabuk perjalanan, sebaiknya meminum obat anti mabuk yang banyak dijual sebelum naik mobil.
Selanjutnya, merawat mobil. Beberapa orang sensitif terhadap bau tertentu, bahkan parfum mobil sekalipun. Hindari memasang parfum mobil yang memiliki aroma menyengat dan makanan atau minuman beraroma kuat seperti buah durian.
Selain itu, jaga kondisi kabin mobil agar selalu bersih untuk mencegah bau tidak sedap yang dapat membuat penumpang merasa kurang nyaman. AC yang sejuk dan bersih jelas memberikan rasa nyaman bagi penghuni kabin. Pastikan kondisi filter kabin selalu resik supaya tidak ada bau aneh dari udara yang diembuskan oleh AC mobil.
Pastikan selalu menjalankan servis berkala di bengkel karena akan dilakukan pengecekan filter kabin atau penggantian jika dibutuhkan, serta pengecekan AC untuk memastikan selalu sejuk, bersih, dan nyaman. Guncangan berlebih pada mobil juga dapat memicu mabuk perjalanan.
Oleh sebab itu, pastikan mesin mobil selalu dalam kondisi prima sehingga mobil dapat melaju dengan mulus. Termasuk pula pastikan kondisi sistem suspensi seperti shock absorber selalu dalam kondisi optimal untuk meredam guncangan mobil dan mencegah penumpang bergerak tidak terkendali.
“ Oleh karenanya, lakukan langkah pencegahan agar tidak terkena mabuk perjalanan, termasuk menjaga kondisi mobil agar tetap prima dengan melakukan servis berkala,” kata Nur.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya