Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kini, Parkir Mobil Bisa Lebih Mudah Dengan Rem Tangan Elektronik. (Foto: Shutterstock)
Dream - Seiring dengan perkembangan teknologi, fitur-fitur di dalam mobil pun semakin canggih. Misalnya, rem tangan.
Dikutip dari Wuling Indonesia, Sabtu 11 Januari 2020, kebanyakan mobil-mobil jaman dulu dibekali rem tangan dengan tuas yang harus ditarik ke atas untuk mengaktifkannya. Kini, tuas rem tangan justru sudah mulai ditinggalkan.
Para pabrikan memilih untuk menggunakan rem tangan elektronik atau Electronic Parking Brake (EPB) sebagai gantinya.
Secara tampilan, EPB memang lebih modern dan simpel. Tak ada lagi tuas yang harus ditarik untuk mengaktifkan rem tangan, melainkan hanya menekan tombol.
Rem tangan tradisional bekerja dengan cara sederhana, yaitu menarik tuas ke atas, maka akan ada dua kabel yang juga tertarik ke rem belakang. Dengan memberikan tekanan kepada kabel-kabel tersebut, bantalan rem menempel pada cakram untuk menahan roda belakang tetap di tempatnya.
Sedangkan rem tangan elektronik tentu lebih modern karena keseluruhan sistemnya sudah elektrik. Dengan hanya menekan tombol EPB, motor listrik pada setiap kaliper rem akan menekan bantalan ke dalam cakram.
Sederhananya, saat pedal rem ditekan sensor pada brake, pedal akan mengirimkan sinyal untuk menunjukan jika rem dalam kondisi aktif. Saat akan menjalankan mobil kembali pun hanya tinggal menekan tombol EPB yang sedang aktif agar roda tak lagi terkunci.
Mobil yang telah mengusung fitur EPB pun memiliki sejumlah keuntungan. Seperti saat parkir tak memerlukan usaha berlebih untuk mengunci roda agar mobil tidak berjalan. Hanya tinggal menekan tombol maka rem tangan akan aktif dengan sendirinya. Ada juga yang melengkapi fitur rem tangan elektronik ini dengan Auto-Hold Parking Brake.
Fitur yang satu ini merupakan sensor untuk menangkap ketika mobil berhenti dan pengendara menginjak rem. Fitur ini cukup berguna ketika berada di jalanan menanjak. Anda tinggal menekan tombol untuk mengaktifkannya dan mencegah mobil mundur dengan sendirinya. Untuk kembali menjalankan mobil, maka Anda cukup menginjak pedal gas.
Kedua fitur tersebut juga membuat interior mobil tampil lebih elegan dan kekinian. Konsol tengah pun semakin luas karena absennya tuas rem. Ruang kabin akan terasa lebih luas dan konsol tengah bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan lainnya.
Dream – Teknik pengereman menjadi sangat penting untuk keselamatan mengemudi. Sehingga kita wajib tahu beragam teknik pengereman.
Ada beberapa cara yang harus diperhatikan agar rem bisa bekerja secara optimal, terutama bagi kendaraan yang belum dilengkapi dengan fitur antilock braking system (ABS).
Dikutip dari Pressroom Toyota Astra, Rabu 30 Oktober 2019, ada dua cara yang bisa digunakan untuk mengerem, yaitu pulse dan threshold. Dua teknik ini punya cara yang berbeda.
![]()
Sebelum mengerem, kunci utama yang harus diperhatikan adalah grip ban ke aspal atau permukaan jalan. Secanggih apa pun rem mobil, kalau ban mobil tak dapat grip, pengereman, ya, takkan berjalan dengan baik.
Berikut ini adalah dua teknik pengereman yang bisa dilakukan.
Cara ini meniru kerja ABS. Kamu bisa menginjak pedal rem secara kuat dan injak-lepas berulang kali secara cepat. Ibaratnya, seperti memompa ban sepeda dengan kaki.
Tujuannya agar roda tak rerkunci dan kekuatan pengereman lebih optimal. Teknik sangat berguna bagi mobil yang belum mengusung teknologi ABS.
Cara ini lazim disebut dengan injakan mengambang. Caranya, kamu menginjak pedal secara kuat hingga mendekati batas pengunciabn. Kemudian, diangkat secara perlahan seperti injakan yang mengambang. Untuk mengangkat kaki, lakukan secara perlahan.
Salah satu cara mengetahui batas rem trercapai adalah suara berdecit dari ban. Nah, di situ kamu bisa melepas injakan dari pedal rem secara perlahan.
Teknik pengereman ini sebenarnya memerlukan waktu dan latihan agar kaki lebih terbiasa untuk melepas pedal lebih halus serta juga menghindari kaki menginjak pedal rem melewati batas penguncian roda membuat mobil tidak stabil. Perlu diketahui, teknik pengereman threshold bisa berbeda hasil jarak pengeremannya, tergantung dari permukaan dan kecepatan.
Ketika mengerem di jalanan kering hasilnya akan berbeda dengan jalanan basah. Begitu pula saat mengerem dengan kecepatan 100 km/jam, tentu berbeda dengan 40 km/jam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya