Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Tak ada yang menampik jika angkutan umum di Indonesia belum terbebas sepenuhnya dari beberapa permasalahan. Hal inilah yang kadang membuat masyarakat tak bisa mengandalkan transportasi umum sepenuhnya untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Namu begitu, bukan artinya hal tersebut harus ditutup-tutupi. Supaya anak bisa memahami beragam permasalahan pada transportasi umum, program Kemendikbud belajar dari rumah melalui TVRI pun menghadirkan materi menarik tentang hal ini di episode 8.

Di episode kali ini, Kak Kafi dan Angel mengajak anak kelas 4 untuk berbagi pengalaman naik kendaraan umum. Apalagi masing-masing anak tentunya pernah merasakan, dari sekali hingga setiap hari untuk berangkat ke sekolah sebelum pandemi.
Meski begitu, Angel menjelaskan jika selalu ada pengalaman enak dan tak enak saat naik transportasi umum. Sebut saja saat ia naik angkot sepulang dari sekolah, ia merasa senang karena murah dan bisa mengurangi kemacetan. Sayangnya, naik angkot ini juga kerap dihadapkan pada ketidaksabaran akibat kebiasaan ngetem, hingga gerah karena menunggu lama.

Di sinilah pentingnya melibatkan siswa untuk berpikir kritis. Anak kelas 4 pun diajak berandai-andai, semisal mereka jadi wali kota, solusi apa sih yang ingin diberikan agar bisa mengurai permasalahan yang kerap terjadi pada kendaraan umum tersebut?
Di segmen lain dalam episode ini, Kak Kafi juga mengajari anak kelas 4 kalimat sebab akibat. Mereka juga diajari menghitung luas dan keliling bangun persegi dan persegi panjang yang diaplikasikan untuk mengukur luas garasi rumah.

Masih mengangkat tema tentang permasalahan transportasi umum. Bedanya, anak kelas 5 diajak Kak Agung memahaminya lewat sebuah cerpen yang diperankan oleh Sindu dan Paman Ajo. Lewat cerpen tersebut, mereka diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan masalah transportasi umum.
Selain itu, anak-anak kelas 5 juga belajar kalimat sebab akibat, yang ditandai dengan beberapa kata hubung, seperti sehingga, maka, akibatnya, dan karena. Beberapa contoh kalimat sebab akibat pun dapat dipelajari oleh anak kelas 5 di episode kali ini.

Sementara di segmen numerasi, anak-anak diajak menghitung skala. Hal tersebut contohkan oleh Kak Agung dengan membandingkan ukuran kendaraan asli dan miniatur. Kegiatan belajar makin seru, karena Kak Agung mengajari cara membuat miniatur bus dengan menerapkan jaring-jaring balok menggunakan kemasan pasta gigi.
Ingin membuat anak-anak belajar lebih banyak tentang beragam hal baru? Jangan lupa untuk selalu mengajak mereka menonton episode program belajar dari rumah melalui TVRI setiap hari Senin-Jumat pada jam 10.00-10.30 WIB untuk kelas 4, serta jam 10.30-11.00 WIB untuk anak kelas 5. (*)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya