Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bermain di film bergenre drama komedi soal cinta yang dibilang halal, Eriska Rein, Karina Nadila dan Nina Zatulini tertarik dengan istilah taaruf atau menikah hanya lewat perkenalan saja tanpa menjalani proses pacaran.
Ketiga wanita cantik ini berperan sebagai Uci (Eriska Rein), Mona (Karina Nadila) wanita berhijab yang bersahabat yang sedang menunggu cintanya dan Fira (Nina) yang menjalani taaruf.
" Di film ini Mona itu karakternya wanita yang percaya kalau Allah akan kasih jodoh yang terbaik. Di sini Mona awalnya pacaran tapi tidak ingin yang namanya pegangan ataupun lebih, kemudian dia tertarik dengan namanya taaruf," ujar Karina, Kamis 11 September 2014.
Sementara Eriska memiliki karakter wanita lugu, cantik dan anggun dengan hijab. " Aku bisa dibilang malaikatnya di film ini, yang selalu mengingatkan sahabat soal cinta. Seperti kalau sedang gundah, Uci mengajak untuk sholat bersujud bercerita kepada Allah. Soal jodoh, percaya kalau Allah selalu kasih yang terbaik," kata Eriska.
Film besutan Monty Tiwa ini menurut wanita kelahiran Tangerang, 3 Juni 1994 membawa pesan-pesan positif dan menggambarkan tentang pengenalan sebelum menikah.
" Aku jadi cari-cari informasi soal pernikahan secara Islami. Kemudian semakin mengenal taaruf. Di film ini pesan positifnya banyak. Yang paling aku suka itu kalimat teruslah jatuh cinta kepada Allah," kata Eriska.
Pendapat yang sama dikatakan Nina. Berbeda dengan dua rekannya dalam film ini wanita kelahiran Jakarta 22 November 1991 ini dirinya gagal menikah kemudian menjalankan taaruf untuk mencari pendampingnya.
" Di film ini dikenalkan bagaimana taaruf itu, aku juga jadi lebih tahu soal pengenalan dua orang sebelum menikah tanpa harus melewati proses pacaran. Semua kisah remaja di kehidupan sehari-hari diceritakan di sini, banyak pesan positif yang disampaikan film Aku Kau dan Kua" ujar Nina.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya