Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mau Terjang Banjir? Ngg, Coba Pikir-pikir Dulu. (Foto: Shutterstock)
Dream - Musim hujan mulai melanda Indonesia. Pada musim ini, curah hujan yang tinggi dan angin kencang akan mengguyur beberapa wilayah, misalnya di Jakarta.
Seperti yang terjadi pada Selasa 17 Desember 2019, Jakarta diguyur hujan deras hingga banjir menggenangi beberapa titik di sana.
Untuk menghadapi banjir, pengendara mobil harus lebih waspada saat berkendara, terutama kendaraan yang menggunakan transmisi otomatis. Saat harus melewati banjir, ada trik khusus yang harus diperhatikan agar mobil lancar melewatinya.
Dikutip dari Auto2000, Kamis 19 Desember 2019, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna, mengatakan gaya berkendara saat membawa mobil matik dan manual saat melewati genangan air sangat berbeda. Perlu keahlian khusus untuk mengoperasikan mobik matik agar tetap aman.
“ Paling utama adalah jangan sampai panik dulu. Tetap fokus dan jaga putaran mesin,” kata Suparna.
Suparna meminta pengemudi memastikan air tidak terlalu dalam. Maksimal, tingginya setengah roda. “ Lebih dari itu, lebih baik jangan dilewati,” kata dia.
Ketinggian air yang lebih dari roda akan berisiko air masuk ke dalam mobil, ini juga berlaku untuk mobil bertransmisi manual. Setelah memastikan air masih bisa dilewati, pengendara mobil matik baiknya memindahkan tuas transmisi menggunakan gigi rendah.
“ Mudahnya, sebelum melewati genangan atau banjir, lihat dulu mobil lain yang melintas di lokasi yang sama, perhatikan juga apakah ada lubang yang membuat ketinggian air berbeda. Bila sudah yakin, baru jalan,” kata dia.
Pada mobil matik konvensional, arahkan tuas transmisi ke posisi L atau 1. Suparna mengingatkan agar transmisi tidak dipindah selama melewati genangan air agar kecepatan mobil bisa terjaga serta putaran mesin tetap bertahan.
Tujuannya agar sisa gas buang yang keluar dari knalpot bisa menahan laju air masuk ke dalam ruang mesin lewat jalur pembuangan.
Jangan lupa mengatur jarak berkendara dengan mobil depan, karena bila terlalu dekat maka pengendara akan menginjak rem dan membuat RPM turun.
Ketika pedal gas kembali ditekan, tenaga akan turun dan bisa berbahaya bila sudah dalam genangan air karena mobil bisa kehilangan momentum.
Sebenarnya ada cara lain untuk menjaga rpm tetap pada putaran tertentu pada mobil matik, yakni dengan menekan pedal gas dan rem secara bersamaan. Teknik ini kerap dinamakan stall speed.
Tapi, dia tidak menganjurkan pemilik mobil matik menggunakan teknik tersebut karena berisiko rusak.
“ Teknik ini memang ampuh, tapi juga berisiko. Saya sendiri tidak menyarankan pengguna mobil matik Toyota menggunakan teknik tersebut, karena bisa membuat kerugian,” kata dia.
Dia mengatakan kampas rem akan cepat aus. “ Begitu juga kampas kopling transmisi otomatis,” kata Suparna.
Dream – Banjir menjadi salah satu momok bagi pemilik mobil di daerah langganan bencana tahunan di sejumlah kota besar. Genangan air di beberapa loasi bisa sampai merendam mobil yang pastinya merusak bagian mesin.
Pemilik mobil yang kendaraannya terendam air harus merogoh kocek untuk memperbaikinya.
Berbagai cara dilakukan pemilik mobil untuk menghindari kendaraannya tergenang banjir. Ada yang memindahkan ke daerah yang lebih tinggi atau menitipkannya di rumah tetangga atau saudara yang aman dari banjir.
Namun seorang warga Vietnam punya trik unik menghindari genangan banjir.
![]()
Dikutip dari Zing, Selasa 22 Oktober 2019, seorang pemilik mobil mobil KIA Cerato merah memarkir mobilnya di atas bangku kayu dan tumpukan batu bata.
Tumpukan ini membantu mobil lebih tinggi 1 meter dari lantai. Diduga foto ini diambil di daerah Nghe An, Vietnam. Sebab, pada 14—16 Oktober, lokasi ini memang diguyur hujan terus-menerus dan membuat curah hujan meningkat.
Semula, warganet menyangka foto itu adalah editan. Tapi belakangan foto itu diketahui nyata adanya.
Cara pemilik ini diapresiasi oleh warganet.

“ Sejarah banjir menjadikan pemilik mobil sangat berpengalaman: ban mobil dan bagian bawah mobil terendam air,” tulis warganet.
“ Punya banyak uang untuk membeli mobil dan cukup pintar untuk menghadapi banjir,” tulis yang satunya lagi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya