Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Keindahan ayat-ayat suci Al Quran yang diguratkan menggunakan tinta hitam di atas kertas atau kanvas dinilai sebagai koleksi seni rupa bernilai tinggi. Namun sayang tak banyak orang yang berkeinginan menjadi ahli kaligrafi atau kaligrafer sehingga perkembangan dari kesenian ini berjalan begitu lambat.
Hal tersebut seperti yang dikatakan Ketua Lembaga Kaligrafi Al-Quran Lemka, Drs. H Didin Sirojuddin AR saat ditemui di galeri kaligrafi Islam Tiongkok di Sulaeman Resto Jalan Batu Ceper Raya No. 73, Jakarta, Sabtu 16 Agustus 2014.
"Sedih melihat perkembangan kaligrafi Islam sekarang karena kurangnya minat serta sulitnya mencari pendidikan khusus soal kaligrafi. Saya sudah mengusulkan ke dinas pendidikan untuk kaligrafi Islam masuk ke dalam kurikulum atau ada pelajaran mengenai mulok kaligrafi ini agar semakin banyak kaligrafer," ujar Didin.
Selain kaligrafi Islam memiliki nilai jual yang tinggi, menjadi kaligrafer menurut Didin memiliki banyak manfaat salah satunya melatih kesabaran. "Ini bisa dijadikan cara untuk melatih kesabaran, meningkatkan estetika diri, serta memiliki perasaaan yang lembut. Mungkin anak-anak sekarang yang tawuran jadi kaligrafer saja biar lebih halus perasaannya," ujar Didin.
Menurut Didin dengan kaligrafi Islam dapat memperdalam rasa cinta dengan ayat-ayat suci Al Quran dan warisan budaya Islam. "Mari tingkatkan rasa cinta kita dengan terus menuliskan ayat-ayat suci Al Quran di media apapun. Tidak hanya ayat suci Al Quran bisa juga hadis atau kata-kata indah yang terpenting coba dulu," ujar Didin.
Didin yang piawai menari-narikan kuas di kanvas ini selalu bermimpi bisa melihat kalgrafi Islam mendunia. "Tidak hanya seniman kaligrafi Islam yang ada di Indonesia tapi dari seluruh dunia juga. Semoga semakin banyak yang tertarik menjadi kaligrafer agar kaligrafi Islam terus berkembang," harap Didin.
Advertisement

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains


Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?

Anak Terlihat Dewasa dan Selalu Mengalah? Waspadai Parentifikasi yang Bisa Berdampak hingga Dewasa
