Minggu, 18 Oktober 2026 Cari

Berikan Stimulus Sensori Saat Anak Susah Tidur

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 2 Juli 2017 14:04
Berikan Stimulus Sensori Saat Anak Susah Tidur
Sistem saraf mereka belum cukup matang untuk merespons berbagai kondisi termasuk saat mengantuk.

Dream - Si kecil berguling-guling gelisah, menangis, tampak cemas, minta digendong lalu tetap rewel padahal sudah sangat larut. Anda sering menghadapi situasi ini? Hal ini sering terjadi pada beberapa bayi karena masih menyesuaikan diri dengan kondisi di luar rahim.

Bayi sangat peka terhadap suara, cahaya dan gerakan. Sementara sistem saraf mereka belum cukup matang untuk merespons berbagai kondisi. Sehingga seringkali tidak mampu menenangkan diri atau tidur sendiri padahal sudah sangat mengantuk.

Efeknya bayi menjadi sangat rewel dan kondisi ini bisa saja terjadi hingga usia balita. Untuk membantunya tertidur ada stimulus sensori yang bisa Anda berikan. Salah satunya adalah deep pressure.

Cara ini sebenarnya mengadaptasi kondisi rahim yang lembut dan hangat. Yaitu 'membungkus' si kecil dengan selimut lembut dan memeluknya. Anda juga mengguling-gulingnya dengan gerakan lembut atau menggendongnya. Berikan pelukan dan pijatan ringan.

Aura hangat dan lembut dari selimut akan menenangkan saraf taktilnya ke seluruh tubuh. Buah hati pun jadi merasa lebih tenang dan mudah tertidur. Cara lainnya adalah dengan stimulasi suara dan visual. Misalnya boneka gantung di atas boks atau lampu tidur yang memancarkan gambar berulang.

Bisa juga memperdengarkan suara deburan ombak atau gemericik air. Suara dan gambar berulang kadang membantu bayi lebih tenang dan tertidur pulas.

 

Beri Komentar