Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tak Sedikit Pengemudi Motor Memodifikasi Bannya Sebelum `tempur` Ke Kampung Halaman. (Foto: Shutterstock)
Dream – Meskipun mudik dengan sepeda motor lebih berisiko terjadi kecelakaan daripada angkutan darat lain, sepeda motor menjadi kendaraan favorit untuk pulang kampung.
Nilai praktis dan ekonomis serta mudah digunakan untuk mengunjungi sanak famili menjadi alasan sebagian keluarga untuk menggunakan motor ketika mudik.
Sah-sah saja mudik pakai motor walaupun risikonya besar. Yang pasti pemudik tetap harus memahami konsep dasar safety dari ban karena merupakan salah satu komponen utama dalam keselamatan berkendara.
Ketika hendak pulang kampung tidak sedikit pemotor yang mengganti ban motor. Namun disarankan tidak melakukan modifikasi berlebihan. Misalnya dalam memilih ukuran ban.
Yang wajib lainnya, pemudik motor harus mengetahui kondisi medan jalan yang dilalui bukan hanya aspal, tetapi mungkin juga berbatu, atau bahkan bertanah.
Pertimbangkan pula kondisi cuaca. Apakah kondisi di kampung halaman kering atau sering hujan yang artinya cenderung basah atau berair. Jadi memilih ban juga disesuaikan dengan kondisi jalan dan cuaca.
Technical Development Department Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI), produsen ban FDR, Jimmy Handoyo, menyarankan kamu untuk memilih ban sesuai dengan ukuran standar motor. Ban boleh dimodifikasi, asalkan tak menyalahi aturan.
“Boleh dimodifikasi, tapi sebaiknya tidak lebih dari satu tingkat,” kata Jimmy di Jakarta, dikutip dari Otosia.com, Senin 13 Mei 2019.
Dia menyarankan, penggunaan ban tube type atau tubeless disesuaikan dengan daerah mudiknya. Jika sudah banyak tambal ban untuk tubeless disarankan pakai jenis ini saja.
Ia juga mengingatkan agar memilih ban dengan tipe pattern (kembangan) yang multi-purpose (tipe-tipe pattern reguler) dan dapat cukup sempurna membelah air.
Hindari pemakaian ban dengan pattern minimal (ban balap), karena hujan sulit diprediksi.
"Pilih ban dengan pattern yang aman untuk dipakai di jalan basah dan kering. Jangan pakai ban dengan pattern minimal seperti ban racing untuk kering. Atau pilih ban yang cocok untuk segala medan, nyaman di aspal dan jalan rusak,” kata dia.
Selain itu, Jimmy juga meminta pengendara mengecek tekanan angin ketika sedang ingin istirahat. Apalagi, kalau motor digunakan untuk berboncengan.
“Ada baiknya cek tekanan angin secara berkala. Apabila memungkinkan cek sesering mungkin supaya faktor safety ban lebih terjaga,” kata dia. (ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
