6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi Menggunakan Inhaler (imt.ie)
Dream - Ali Ahmed Mashael, Mufti Besar Departemen Urusan Islam dan Amal Dubai (IACAD), menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar puasa selama bulan suci Ramadan.
Menurut Mufti Ali, penderita asma boleh menggunakan inhaler (alat bantu pernafasan) meski itu akan membatalkan puasanya. Sebab, uap dalam inhaler mengandung air dan cairan lainnya terhirup masuk ke dalam tubuh.
Dengan demikian, dia harus mengganti puasanya dengan memberi makan kepada fakir miskin atau yang membutuhkan sesuai dengan jumlah yang ditentukan.
Selain itu, jika seseorang mendengar adzan Subuh sementara dia sedang makan sahur. Menurut beliau, orang tersebut harus segera membuang makanan di mulutnya ketika ia mendengar 'adzan'. Jangan terus makan dan minum. Jangan menelan apa yang ada dalam mulut. Jika terlanjur tertelan, orang tersebut harus mengganti puasa hari itu.
Memakai parfum atau bukhur (buhur) tidak membatalkan puasa. Tetapi seseorang sebaiknya tidak me-makai parfum atau menghirup asap bukhur selama berpuasa. Jika dihirup dengan sengaja, itu memba-talkan puasa dan orang tersebut harus mengganti puasa hari itu.
Bagi yang suka merokok sebaiknya menggunakan koyo anti rokok. Asalkan tidak ada bahan-bahan dari produk tersebut masuk ke lambung.
Intinya, dalam berpuasa, tidak ada sesuatu pun yang boleh ditelan. Namun bahan-bahan yang terserap secara tidak sengaja seperti bau aromaterapi atau parfum tidak membatalkan puasa.
Untuk itu gunakan koyo yang sekiranya tidak membatalkan puasa.
Sebenarnya seseorang harus mengendalikan dan menahan diri dari merokok pada siang hari di bulan Ramadan dan juga di malam hari. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
