Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Restoran Borneo (Foto: Dubes RI Dar Es Salaam)
Dream - Rwanda merupakan negara yang sangat jauh dari Indonesia. Untuk mencapainya saja dibutuhkan waktu kurang lebih 18 jam. Siapa sangka di negara yang terletak di benua Afrika ini, terdapat restoran yang menyajikan menu makanan Indonesia.
Restoran tersebut bernama Borneo. Pemiliknya adalah Siti Noor Fatimah Effendi, akrab dipanggil Fety. Ia mendirikan restoran tersebut pada 15 Juni 2017.
Dikutip dari rilis Kedutaan Besar Indonesia untuk Dar Es Salaam, yang diterima Dream, 10 Desember 2018, Fety datang ke Rwanda pada Juni 2017 dengan menggunakan visa kunjungan singkat (30 hari).
Setelah melihat kehidupan di Kigali, ibu kota Rwanda, Fety memutuskan untuk tinggal dan mendirikan usaha di Rwanda bersama dengan suaminya. Proses perizinan usaha diselesaikan dalam waktu satu hari.
Dalam jangka waktu satu bulan bisnisnya sudah berjalan. Izin tinggal pun didapatkan otomatis setelah bisnis berjalan. Lokasinya sangat strategis, di Kigali. Hal itu pula yang membuat Prof. Dr. Ratlan Pardede, Dubes RI Dar es Salaam dan terakreditasi untuk Rwanda, menggelar pertemuan penting di sini pada awal Desember lalu.

" Saya sangat berbahagia untuk dapat bertemu dengan saudara-saudara dari Indonesia di tanah perantauan ini," ungkap Ratlan.
Restoran Borneo Cafe telah mulai dikenal di kalangan masyarakat Rwanda, terutama di kalangan ekspatriat yang menyukai cita rasa khas Indonesia, serta telah mendapatkan ulasan yang sangat positif dari sejumlah situs pengulas tempat wisata dan kuliner.
Sebanyak 15 WNI diketahui tinggal di Rwanda dengan berbagai macam latar belakang pekerjaan dan kegiatan, yaitu staf profesional di organisasi internasional, wirausahawan, rohaniawan, serta ibu rumah tangga.
Para WNI tersebut menyatakan bahwa mereka sangat menikmati tinggal di Rwanda serta merekomendasikan Rwanda sebagai destinasi bisnis dan wisata.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan