Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kertas Minyak Untuk Masakan/ Foto: Banggood.com/alibaba.com
Dream - Bagi Sahabat Dream yang memilki wajah berminyak mungkin sering menggunakan kertas penyerap minyak agar tampilan wajah jadi tak terlalu berminyak. Rupanya, ada juga kertas penyerap minyak khusus untuk masakan.
Terutama untuk masakan berkuah yang menggunakan bahan berminyak dan kita ingin mengurangi porsi minyaknya. Biasanya, untuk menyerap minyak makanan yang digoreng, kita tinggal menggunakan tisu.
Pada makanan berkuah tentu tak bisa dilakukan karena tisu bakal hancur dan bercampur dengan kuah yang panas. Nah, pada produk kertas penyerap minya khusus masakan ini hal itu tak akan terjadi.
Ada akun TikTok dengan nama @makanterusss yang membagikan tentang cara penggunaannya kertas minyak. Kertas diletakkan di bagian permukan mi kuah, lalu dibiarkan beberapa saat tanpa tenggelam. Setelah didiamkan selama beberapa saat, kertas minyak itu diangkat.
View this post on Instagram
Lalu terlihat bahwa kertas menyerap kandungan minyak yang ada dalam mi kuah tersebut. Penjelasan selengkapnya baca di Diadona.id.
Dream - Pemakaian minyak goreng seringkali dituing sebagai penyebab naiknya tingkat kolesterol dalam tubuh. Tak heran jika banyak orang yang menghindari pemakaian atau mengonsumsi makanan yang digoreng menggunakan minyak.
Namun banyak juga masyarakat belum memahami jika penyebab kolesterol tak sepenuhnya karena pemakaian minyak melainkan bahan makanan yang digunakan. Minyak goreng justru merupakan sumber lemak baik yang bermanfat untuk kesehatan tubuh.

" Seringkali pemakaian minyak dihindari karena takut kolesterol. Padahal, misalnya makan tempe mendoan dan pakai minyak nabati. Tempenya juga nabati. Tidak mungkin ada sumber nabati yang mengandung kolesterol," kata Seala Septiani, Nutritionist dalam peluncuran Sania Royale Soya Oil, Selasa lalu.
Minyak nabati yang terbuat dari kedelai tidak mengandung kolesterol. Seala mengklaim bahwa kolesterol hanya terdapat pada sumber hewani.
" Golongan mamalia bisa memproduksi kolesterol sendiri. Jadi sebenarnya kita harus membatasi makanan yang mengandung kolesterol karena sudah diproduksi tubuh secara natural" .
Kandungan polyunsaturated fat (PUFA) atau lemak tidak jenuh yang tinggi termasuk asam lemak yang baik dan bermanfaat untuk mencegah penyakit degeneratif.
" PUFA juga dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh penuaan seperti jantung dan stroke," jelasnya. Terlepas dari tingginya lemak tidak jenuh pada minyak nabati seperti soya, titik asap serta kualitas minyak juga harus diperhatikan.
Apalagi, banyak masakan Indonesia yang digoreng. " Kandungan PUFA pada minyak kedelai cukup tinggi dan lebih banyak daripada cooking oil lainnya. Titik asapnya juga tinggi, sehingga komponen yang ada pada bahan lemak atau minyak tidak mudah rusak" .
Jika ingin lebih aman dan sehat, pastikan proses memasak tidak mencapai suhu tertinggi dan menghindari minyak yang telah dipakai sebelumnya.
Dream - Minyak jelantah selalu dianggap kurang sehat untuk dikonsumsi. Pasalnya minyak ini identik dengan minyak bekas yang sudah menghitam dan bisa memicu banyak masalah kesehatan.
Ternyata anggapan tersebut tak sepenuhnya benar. Hal ini diungkapkan oleh Made Astawan, pakar gizi Institut Pertanian Bogor.

“ Tergantung jenis minyaknya. Kalau pakai minyak kelapa yang banyak asam lemak jenuhnya, bisa dipakai berkali-kali,” ujar Made di Ashley Hotel, Jakarta Pusat, Kamis 31 Oktober 2019, dalam acara Nutrifood Research Center Grant 2019.
Minyak jelantah menurut Made hanya boleh dipakai ulang sebanyak 4 kali. Jangan menambah dengan yang baru, tapi harus dibuang dan gunakan minyak baru setelah 4 kali pemakaian.
“ Walaupun praktiknya jarang sekali pedagang kaki lima mengganti minyak, yang ada menambah dan itu sama dengan tidak diganti. Jadi kalau sudah 4 kali harus diganti," ungkap Made.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya