Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bukan Cuma Wajah, Masakan Juga Bisa Pakai Kertas Minyak

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 13 Oktober 2020 09:48
Bukan Cuma Wajah, Masakan Juga Bisa Pakai Kertas Minyak
Pas untuk kamu yang ingin mengonsumsi makanan sehat rendah minyak.

Dream - Bagi Sahabat Dream yang memilki wajah berminyak mungkin sering menggunakan kertas penyerap minyak agar tampilan wajah jadi tak terlalu berminyak. Rupanya, ada juga kertas penyerap minyak khusus untuk masakan.

Terutama untuk masakan berkuah yang menggunakan bahan berminyak dan kita ingin mengurangi porsi minyaknya. Biasanya, untuk menyerap minyak makanan yang digoreng, kita tinggal menggunakan tisu.

Pada makanan berkuah tentu tak bisa dilakukan karena tisu bakal hancur dan bercampur dengan kuah yang panas. Nah, pada produk kertas penyerap minya khusus masakan ini hal itu tak akan terjadi.

Ada akun TikTok dengan nama @makanterusss yang membagikan tentang cara penggunaannya kertas minyak. Kertas diletakkan di bagian permukan mi kuah, lalu dibiarkan beberapa saat tanpa tenggelam. Setelah didiamkan selama beberapa saat, kertas minyak itu diangkat.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kuliner Jajan diet makan resep (@destinasijajan) on

Lalu terlihat bahwa kertas menyerap kandungan minyak yang ada dalam mi kuah tersebut. Penjelasan selengkapnya baca di Diadona.id.

1 dari 3 halaman

Benarkah Minyak Bisa Meningkatkan Kadar Kolesterol?

Dream - Pemakaian minyak goreng seringkali dituing sebagai penyebab naiknya tingkat kolesterol dalam tubuh. Tak heran jika banyak orang yang menghindari pemakaian atau mengonsumsi makanan yang digoreng menggunakan minyak.

Namun banyak juga masyarakat belum memahami jika penyebab kolesterol tak sepenuhnya karena pemakaian minyak melainkan bahan makanan yang digunakan. Minyak goreng justru merupakan sumber lemak baik yang bermanfat untuk kesehatan tubuh.

Benarkah Minyak Bisa Meningkatkan Kadar Kolesterol?



" Seringkali pemakaian minyak dihindari karena takut kolesterol. Padahal, misalnya makan tempe mendoan dan pakai minyak nabati. Tempenya juga nabati. Tidak mungkin ada sumber nabati yang mengandung kolesterol," kata Seala Septiani, Nutritionist dalam peluncuran Sania Royale Soya Oil, Selasa lalu.

Minyak nabati yang terbuat dari kedelai tidak mengandung kolesterol. Seala mengklaim bahwa kolesterol hanya terdapat pada sumber hewani.

" Golongan mamalia bisa memproduksi kolesterol sendiri. Jadi sebenarnya kita harus membatasi makanan yang mengandung kolesterol karena sudah diproduksi tubuh secara natural" .

2 dari 3 halaman

Manfaat dan cara memilih minyak goreng

Kandungan polyunsaturated fat (PUFA) atau lemak tidak jenuh yang tinggi termasuk asam lemak yang baik dan bermanfaat untuk mencegah penyakit degeneratif.

" PUFA juga dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh penuaan seperti jantung dan stroke," jelasnya. Terlepas dari tingginya lemak tidak jenuh pada minyak nabati seperti soya, titik asap serta kualitas minyak juga harus diperhatikan.

Apalagi, banyak masakan Indonesia yang digoreng. " Kandungan PUFA pada minyak kedelai cukup tinggi dan lebih banyak daripada cooking oil lainnya. Titik asapnya juga tinggi, sehingga komponen yang ada pada bahan lemak atau minyak tidak mudah rusak" .

Jika ingin lebih aman dan sehat, pastikan proses memasak tidak mencapai suhu tertinggi dan menghindari minyak yang telah dipakai sebelumnya.

3 dari 3 halaman

Fakta Soal Minyak Jelantah yang Tak Banyak Orang Tahu

Dream - Minyak jelantah selalu dianggap kurang sehat untuk dikonsumsi. Pasalnya minyak ini identik dengan minyak bekas yang sudah menghitam dan bisa memicu banyak masalah kesehatan.

Ternyata anggapan tersebut tak sepenuhnya benar. Hal ini diungkapkan oleh Made Astawan, pakar gizi Institut Pertanian Bogor.

“ Tergantung jenis minyaknya. Kalau pakai minyak kelapa yang banyak asam lemak jenuhnya, bisa dipakai berkali-kali,” ujar Made di Ashley Hotel, Jakarta Pusat, Kamis 31 Oktober 2019, dalam acara Nutrifood Research Center Grant 2019.

Minyak jelantah menurut Made hanya boleh dipakai ulang sebanyak 4 kali. Jangan menambah dengan yang baru, tapi harus dibuang dan gunakan minyak baru setelah 4 kali pemakaian.

“ Walaupun praktiknya jarang sekali pedagang kaki lima mengganti minyak, yang ada menambah dan itu sama dengan tidak diganti. Jadi kalau sudah 4 kali harus diganti," ungkap Made.

Beri Komentar