Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Sebuah penemuan baru diungkapkan terkait kasus virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Temuan oleh Daily Mail menyebut bahwa China telah memiliki kasus Covid-19 pertama tiga minggu sebelum mengakui adanya virus tersebut.
Temuan ini didasarkan pada wawancara profesor biostatistik Universitas Wuhan, Yu Chuanhua, yang diberikan kepada jurnal medis China, Health Times. Dalam wawancara tersebut, sang profesor berbicara tentang satu dugaan kematian pasien yang jatuh sakit pada September 2019 dan akhirnya meninggal.

Menurut Daily Mail, ada catatan kasus atas nama Pasien Su yang dirawat di Rumah Sakit Rongjun di Wuhan. Pasien ini tidak menjalani tes nukleat dan dinyatakan meninggal dunia. Sehingga datanya belum dikonfirmasi.
Pasien Su adalah seorang wanita yang tinggal di sebuah komunitas Kaile Guiyan di Jalan Zhuodaoquan. Tempat yang dekat dengan penelitian terkait kelelawar.
Lokasi Pasien Su juga dekat dengan jalur kereta api berkecepatan tinggi, yang mungkin memainkan peran penting dalam penyebaran infeksi virus tersebut.
Namun Profesor Yu mengatakan agar mencabut laporan tersebut. Karena informasi tersebut masih salah dan semua kasus yang dicurigai sebelum 8 Desember memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Pada 31 Desember 2019, China mengungkapkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang adanya wabah virus Covid-19 di Wuhan. Dan antara tanggal 8 Desember hingga 2 Januari, 41 orang dinyatakan terinfeksi.
Sebuah laporan intelijen AS baru-baru ini menemukan beberapa peneliti di Institut Virologi Wuhan China jatuh sakit pada November 2019. Presiden AS, Joe Biden baru-baru ini telah memerintahkan badan-badan intelijen untuk meningkatkan penyelidikan mereka terhadap munculnya virus Covid-19.
(Sumber: hindustantimes.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya