Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Sebuah penemuan baru diungkapkan terkait kasus virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Temuan oleh Daily Mail menyebut bahwa China telah memiliki kasus Covid-19 pertama tiga minggu sebelum mengakui adanya virus tersebut.
Temuan ini didasarkan pada wawancara profesor biostatistik Universitas Wuhan, Yu Chuanhua, yang diberikan kepada jurnal medis China, Health Times. Dalam wawancara tersebut, sang profesor berbicara tentang satu dugaan kematian pasien yang jatuh sakit pada September 2019 dan akhirnya meninggal.

Menurut Daily Mail, ada catatan kasus atas nama Pasien Su yang dirawat di Rumah Sakit Rongjun di Wuhan. Pasien ini tidak menjalani tes nukleat dan dinyatakan meninggal dunia. Sehingga datanya belum dikonfirmasi.
Pasien Su adalah seorang wanita yang tinggal di sebuah komunitas Kaile Guiyan di Jalan Zhuodaoquan. Tempat yang dekat dengan penelitian terkait kelelawar.
Lokasi Pasien Su juga dekat dengan jalur kereta api berkecepatan tinggi, yang mungkin memainkan peran penting dalam penyebaran infeksi virus tersebut.
Namun Profesor Yu mengatakan agar mencabut laporan tersebut. Karena informasi tersebut masih salah dan semua kasus yang dicurigai sebelum 8 Desember memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Pada 31 Desember 2019, China mengungkapkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang adanya wabah virus Covid-19 di Wuhan. Dan antara tanggal 8 Desember hingga 2 Januari, 41 orang dinyatakan terinfeksi.
Sebuah laporan intelijen AS baru-baru ini menemukan beberapa peneliti di Institut Virologi Wuhan China jatuh sakit pada November 2019. Presiden AS, Joe Biden baru-baru ini telah memerintahkan badan-badan intelijen untuk meningkatkan penyelidikan mereka terhadap munculnya virus Covid-19.
(Sumber: hindustantimes.com)