Tak Selalu Putih, Ketahui Warna Asli Tulangmu

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 29 November 2022 14:12
Tak Selalu Putih, Ketahui Warna Asli Tulangmu
Ternyata, warnanya manis banget!

Dream - Sahabat Dream selama ini mungkin banyak yang mengira semua orang memiliki tulang berwarna putih. Walau tidak pernah melihatnya secara langsung, keyakinan itu datang lewat ucapan orang tua, pelajaran guru, maupun pepatah yang menyebut tulang berwarna putih.

Kenyataan, warna tulang tidak selalu putih seperti yang diyakini selama ini. Warna tulang bisa dipengaruhi oleh asupan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama obat-obatan tertentu. Hal itu diungkapkan Dokter Kulit, Arthur Simon melalui unggahan Instagram.

" Misalnya... Konsumsi antibiotik minosiklin untuk pengobatan jerawat bisa mengubah warna tulang kita menjadi.... HITAM. Ada juga antibiotik tetrasiklin, ternyata bisa mengubah warna tulang kita menjadi... HIJAU KEKUNINGAN," tulisnya.

Keduanya cukup sering diresepkan untuk dikonsumsi rutin karena digunakan sebagai obat jerawat. Menurut Arthur, warna tulang bisa menentukan seberapa sering seseorang mengonsumsi antibiotik.

Ilustrasi Tulang© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Sementara warna asli tulang memang bukanlah putih, melainkan pink yang disebabkan oleh banyaknya pembuluh darah di sekitarnya.

2 dari 4 halaman

Cegah Osteoporosis, Mulai Rawat Tulang Sejak Muda

Dream - Merawat tulang merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan keseluruhan tubuh. Seiring bertambahnya usia, kepadatan atau massa tulang semakin menurun. Banyak yang beranggapan menjaga kesehatan tulang hanya untuk kaum lansia.

Hal tersebut tidak tepat, justru Sahabat Dream yang masih berusia 20-an harus menjaga kesehatan tulang. Hal ini untuk mengurangi risiko osteoporosis. Osteoporosis adalah kondisi muskuloskeletal (tulang, sendi, dan otot) kronis yang ditandai dengan penurunan kepadatan, kualitas, dan kekuatan tulang yang meningkatkan risiko patah
tulang.

Kondisi ini kadang-kadang disebut sebagai silent killer karena seringkali tidak ada gejala yang terlihat sampai tulang melemah menyebabkan patah tulang. Dokter Ari Setyaningrum, SpKO, Ketua Tim Kerja Kesehatan Olahraga, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengungkap bahwa osteoporosis merupakan silent disease yang menjadi penyebab kematian tertinggi.

" Kami harap masyarakat semakin peduli atas kesehatan tulang, mari bersama terapkan gaya hidup sehat," ujarnya dalam acara Konferensi Pers 20 Tahun Anlene Lawan Osteoporosis, Kamis 20 Oktober 2022.

 

3 dari 4 halaman

Lakukan Hal Ini

Menjalani pola hidup sehat dan aktif adalah hal yang bisa dilakukan untuk mencegah osteoporosis. Pada kesempatan yang sama, dr. Ari menyampaikan 5 hal yang bisa dilakukan untuk mencegah osteoporosis sejak dini, yaitu sebagai berikut:

Meningkatkan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik dilakukan setidaknya 30 menit per hari sebanyak 3 kali seminggu. Aktivitas dapat meliputi aerobik, kelenturan, dan keseimbangan.

Konsumsi Makanan Bergizi
Mengonsumsi makanan bergizi yang bermanfaat untuk tulang. Dari kalsium, mineral, zinc, mineral, dan magnesium.

Paparan Sinar Matahari
Setiap orang disarankan untuk mendapatkan paparan matahari yang cukup guna membantu mendapatkan vitamin D yang bermanfaat untuk tulang. Jangan malas berjemur pagi hari ya!

Waspadai Faktor Risiko Individu
Faktor risiko seperti riwayat keturunan, penyakit lain, penggunaan obat-obatan jangka panjang, menopause dini, dan penurunan tinggi badan yang signifikan juga berpengaruh.

 

 

4 dari 4 halaman

Kunci dari kesehatan tulang, sendi, dan otot adalah tetap bergerak aktif dan pemeriksaan kesehatan rutin. " Pada dasarnya, osteoporosis biasanya menunjukkan gejala seperti sakit punggung yang parah, kehilangan tinggi badan, atau membungkuknya tulang belakang. Oleh karena itu, pemeriksaan kepadatan tulang, sendi, dan otot penting untuk dilakukan," kata dr. Lily Indriani Octovia, MT, M.Gizi, SpGK(K), Sekretaris Jenderal Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) dalam acara yang sama.

Anlene© Anlene

Dalam rangka bulan kesadaran Osteoporosis yang jatuh pada bulan Oktober 2022, sekaligus merayakan kontribusi selama 2 dekade (20 tahun), Anlene menggelar acara edukasi publik dan pemeriksaan kesehatan massal pada kepadatan tulang, sendi dan otot, di sejumlah titik strategis. Kegiatan ini digelar gratis di Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya mulai dari bulan Agustus hingga Desember 2022.

Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita

Beri Komentar