Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Bulu halus bukan hanya memenuhi tangan, kaki dan juga wajah. Area intim hingga bokong juga ditumbuhi bulu.
Menurut Joshua Zeichner, seorang dokter kulit, kaum pria memang cenderung memiliki bulu yang lebih lebat. Namun untuk di area intim terutama bokong, bulu yang disebut vellus ini justru lebih lebat.
" Wanita cenderung memiliki rambut Vellus, yang dikenal sebagai Peach Fuzz, lebih lebat di area bokong. Bulu halus ini tumbuh bersama rambut yang lebih tebal dan berwarna gelap di dekat anus," jelasnya seperti dikutip dari Refinery.
Mengenai fungsi dari rambut Vellus ini masih belum bisa dijelaskan secara tepat oleh para ilmuwan. Evolusi masih jadi teori utama munculnya bulu tersebut.
" Mungkin pengaruh evolusi yang membuat kita memiliki rambut di sekitar itu. Teorinya, rambut melindungi area sekitar itu dari potensi tertular mikroorganisme dan infeksi. Atau bisa juga agar area sekitar genital tetap hangat," dr. Zeichner menjelaskan.
Dari sudut pandang kesehatan, tidak ada alasan kuat untuk mempertahankan atau mencukur rambut halus di area itu. Sampai saat ini belum ada penelitian medis yang membahasnya.
" Saya belum menemukan kasus orang yang mencukur rambut Vellus berisiko tinggi terkena infeksi. Namun, trauma pada kulit akibat proses mencabut atau mencukur rambut itu sendiri dapat menempatkan seseorang pada risiko terinfeksi," kata Zeichner.

Omnia M. Samra-Latif Estafan, seorang dokter Kandungan yang berbasis di New Jersey, sepakat dengan pendapat Zeichner.
" Terkait dengan PMS, mempertahankan atau menghilangkan rambut Vellus bukanlah masalah. Tetapi kerusakan kulit bisa terjadi saat proses mencabut atau mencukur rambut Vellus," ungkapnya.
" Begitu terbuka oleh luka, potensi kulit terpapar STD (sexually transmitted disease) meningkat. Luka itu menciptakan 'pintu' di mana STD dapat masuk ke dalam tubuh," tambah Estafan.
Sementara dari segi estetika, mempertahankan atau menghilangkan rambut vellus adalah pilihan bagi pribadi masing-masing. Yang jadi pertanyaan, bagaimana jika ingin menghilangkan rambut Vellus secara aman?
Jika memilih untuk menghilangkan rambut vellus, metode yang dipilih harus melalui pertimbangan yang benar-benar matang. Mencukur rambut Vellus di bokong adalah tantangan tersendiri karena seringkali menyebabkan luka dan goresan di kulit.
Sementara waxing dapat menyebabkan iritasi atau menimbulkan potensi yang bisa membuat kulit sensitif di pantat meradang.
Begitu juga jika memotong rambut halus di pantat menggunakan gunting. Cara ini pasti sangat merepotkan.
Zeichner menyarankan treatment laser sebagai cara terbaik dan aman untuk menghilangkan vellus.
" Saya melihat treatment laser sebagai cara aman dan semakin populer. Ketika dilakukan dengan hati-hati, bisa menghilangkan rambut halus dengan aman," katanya. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya