Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Brand busana muslim Shafira menghadirkan koleksi berbeda dengan tahun sebelumnya di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2017. Masih mengangkat kekayaan kain etnik dari Sumatera Barat, pendiri Shafira, Feny Mustafa mengatakan akan menonjolkan bordir dan sulam dari Sumatera Barat pada tahun ini.
Nantinya, kain-kain bordir dan sulam yang selama ini dikenal hanya sebagai aksen untuk mempermanis busana akan diangkat sebagai detail utama koleksi mereka. Bahkan model ini akan mendominasi pemakaian kain yang digunakan untuk membuat 60 articles baru yang ditampilkan di IFW 2017.
"Nah ini kita pakai bordir yang biasanya dipakai untuk mukena sekarang dikerjakan menjadi rok lebar jadi kelihatan lebih modern. Dengan perpaduan selendang yang beraksen bordir krancang," ungkap Desainer Shafira, Shetyawan pada acara Road to IFW 2017 di Jakarta Pusat, Senin, 23 Januari 2016.
Romantisme dan rona mewah sulam Bukittinggi dituangkan dalam tema Bungo Nagari yang menghasilkan 50 busana wanita ready to wear deluxe. Hadir juga 10 koleksi untuk pria yang maskulin dan modern.
"Pasar kita itu umur 30-50 tahun jadi kita lebih pikirkan pada daya pakai yang lebih lama. Nggak mau aneh-aneh kaya yang model sekarang jadi lebih ke pertimbangan kualitas kaian," imbuhnya.
Pada kesempatan kali ini, Shafira akan tetap menawarkan busana-busana yang beresensi ringan, longgar, feminin, elegan, klasik namun tetap mempesona. Seperti pada empat koleksi yang ditampilkan sebagai preview yaitu berupa jaket, baju kurung modern, rok bergaya aristokrasi dan pallazo unik.
"Bahan yang sekarang kita pakai yaitu organdi tekstur jadi look-nya jadi lebih mewah dan light," pungkas Shetyawan.(Sah)
Advertisement

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains


LEPAS Warnai Jakarta Fashion Week 2027, Kenalkan Leopard Aesthetics lewat Otomotif dan Fashion

Prancis dan Italia Diguncang Demo Besar-besaran, Apa yang Membuat Warga Turun ke Jalan?

Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?