Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Awan Pelangi (Oddity Centrak)
Dream - Kejadian tak biasa tentunya selalu menarik perhatian. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Tokyo, Jepang.
Sebuah fenomena langka yang disebut 'awan pelangi' belum lama ini terlihat menghiasi langit Tokyo. Banyak orang mengabadikan momen itu di media sosial.
Dilansir dari Oddity Central, Rabu 26 Juni 2020, terlihat awan yang berwarna-warni di langit tokyo. Netizen pun langsung heboh dan membagikan fenomena langka tersebut di sosial media Twiter.
Tak seperti awan biasa yang berwarna putih, awan unik itu malah nampak seperti sebuah pelangi dengan beragam warna. Akan tetapi, fenomena optis ini lebih dekat kaitannya dengan halo es daripada pelangi.
Fenomena astronomi langka ini biasa disebut Circumhorizontal Arc. Fenomena awan multicolor ini juga dikenal sebagai 'fire rainbow' karena terkadang terlihat seperti awan warna-warni menyala di langit.
Ketika matahari melewati awan cirrus dengan lebih banyak “ Kristal es” di langit atas, akan menghasilkan 58 derajat pembiasan. Sehingga awan-awan itu akan nampak seperti pelangi yang terbakar di langit.
Fenomena ini sebenarnya umum di beberapa negara seperti Amerika Serikat, di mana awan tersebut akan muncul setiap musim panas.
Sedangkan untuk orang-orang yang tinggal di kawasan Eropa Utara, hal ini akan jarang dialami.
(Sumber: Oddity Central)
Dream - Fakta kita jarang melirik awan memang benar adanya. Kecuali ketika awan menuntut perhatian kita untuk melihat ke arah mereka.
Baru-baru ini seorang netizen Twitter dengan akun Omed (OmedMuhammad666) mengunggah foto penampakan awan yang sangat langka muncul di Irak.
Secara detail Omed menjelaskan bentuk awan seperti gumpalan kapas yang bermunculan dalam jumlah banyak di langit sore Kota Kurdis, Irak.
Melansir dari World of Buzz, awan yang bergerombol dan berbentuk seperti kapas itu disebut Mammatus clouds. Awan jenis ini tergolong sebagai awan langka yang jarang terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan menurut penelitian, kemunculan aawan ini hanya berlangsung dalam waktu singkat sekitar 10-15 menit.
Menurut pengamatan ilmuwan, awan ini merupakan hasil perkembangan dari awan cumulonimbus, meski dapat juga ditemukan dalam lapisan altostratus ataupun cirrus.
Adapun kemunculan awan ini dipercayai oleh para ilmuwan sebagai tanda akan munculnya badai atau cuaca yang buruk.
" Hari ini di Amedi," tulis Omed dalam unggahannya.
Sontak saja, berselang dua hari, unggahan foto awan langka itu telah disukai lebih dari 6.400 Netizen dan juga sudah dibagikan kembali sebanyak 26 ribu kali.
Sementara itu, netizen Twitter secara otomatis langsung menanggapi fenomena langka kemunculan awan Mammatus Clouds ini.
" Wow, Seandainya aku bisa menyentuh awan tersebut," tutur salah seorang netizen.
Sumber: World Of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya