Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Pulau Marquesas (Daily Star)
Dream - Baru-baru ini para ilmuwan menemukan struktur misterius raksasa yang tersembunyi jauh di dalam perut bumi.
Struktur itu dikenal dengan nama ultralow-velocity zone (ULVZ). Berlokasi antara batas inti bumi yang cair dan super panas, dengan bagian bawah mantel bumi yang solid.
Megastruktur ini ditemukan di bawah pulau Marquesas di Pasifik Selatan. Kepulauan Marquesas merupakan sebuah kepulauan di Polinesia Prancis, yang terletak di Samudera Pasifik.
Tim peneliti gabungan dari University of Maryland (UMD), Johns Hopkins University dan Tel Aviv University juga menemukan bukti, ULVS yang sebelumnya teridentifikasi di lokasi lain, yaitu di bawah pulau Hawaii, jauh lebih besar dari yang diperkirakan.
Data dari ratusan gempa bumi besar telah membantu tim menemukan struktur baru di bawah Kepulauan Marquesas.
" ULVZ itu diperkirakan berdiameter sekitar 620 mil (997 kilometer) dan tebal hanya di bawah 16 kilometer," kata ketua tim penelitian, Doyeon Kim seperti dikutip dari Daily Star, Senin 29 Juni 2020.

Para peneliti menganalisis seismogram yang dihasilkan gelombang geser, bergerak lambat (S) mengikuti getaran utama gempa bumi (gelombang-P) di sepanjang batas antara mantel bumi dan intinya.
Gelombang-S ini menghasilkan sinyal yang lebih jelas untuk bisa dianalisis. Para ahli juga menggunakan algoritma machine learning yang disebut Sequencer.
Teknik ini awalnya dikembangkan untuk menganalisa galaksi jauh di antariksa. Diharapkan di masa depan, bisa diketahui lebih detail tentang struktur tersebut.
" Kami berharap Sequencer dapat memungkinkan kita menggunakan seluruh data untuk melihat struktur di mantel bagian bawah itu secara sistematis," tambah Kim.
Dengan letak megastruktur mencapai 3.000 kilometer di bawah tanah, membuat sangat mustahil dicapai dengan teknologi di masa sekarang.
Lubang terdalam yang pernah dicapai manusia adalah Kola Superdeep Borehole, Rusia. Ilmuwan Soviet butuh waktu hampir 20 tahun untuk mengebor lubang sedalam 12 kilometer itu.
Mereka menemukan fosil plankton mikroskopis lebih dari 6 km di bawah permukaan bumi.
(Sumber: Daily Star)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang