5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Foto: Shutterstock.com
Dream - Fesyen merupakan industri yang sangat berkembang pesat. Setiap tahun, banyak inovasi dan keluaran baru yang diciptakan dari industri tersebut. Perkembangan fesyen yang sangat cepat ini rupanya berdampak negatif terhadap lingkungan.
Berdasarkan data PBB (Persatuan Bangsa Bangsa), industri fesyen merupakan industri kedua setelah industri minyak sebagai penghasil polusi lingkungan terbesar. Industri fashion diketahui menghasilkan 8% dari semua emisi karbon dan 20% dari semua air limbah global, serta membentuk seperlima dari 300 juta ton plastik yang diproduksi setiap tahun dalam skala global.
Berbekal dari pengetahuan tersebut, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan untuk turut membantu mengurangi dampak yang disebabkan industri fesyen. Salah satunya, dengan melakukan responsible consumption atau konsumsi yang bertanggung jawab.
Rendy A. Wachid, selaku penemu dan CEO Parongpong Raw Labs mengungkapkan pentingnya responsible consumption. “ Kita perlu sadar akan responsible consumption. Kita yang ada di sini, masing-masing sadar bahwa mengonsumsi itu harus dengan berkesadaran,” ujar Rendy dalam acara Tinkerlust Fashion Impact Summit 2022 di Jakarta Selatan, 15 November 2022.
Sejalan dengan itu, Amanda Zahra, Head of PR & Marketing Zero Waste Indonesia juga mengungkapkan pentingnya memilih produk fesyen yang dikenakan. “ Kita berkonsumsi harus dengan kesadaran, di situ pentingnya peran kita untuk jadi konsumen yang dengan sadar memilih, tentang baju dan item fashion yang kita kenakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tara Adila selaku Team Leader Slow Fashion Indonesia melihat kesadaran responsible consumption yang meningkat di tengah masyarakat.“ Sekarang kesadarannya semakin meningkat terutama di kota besar, cuma kesadarannya tidak merata. Kebanyakan yang aware dengan sustainable fashion cuma di kota-kota besar aja, tapi sedangkan di kota-kota kecil dan di daerah-daerah yang penting pake baju murah deh,” kata Tara.
Ia menambahkan, banyak pabrik-pabrik besar tidak menyediakan pengelolaan limbah yang baik. Jika dibiarkan bisa merugikan masyarakat sekitar terkait pencemaran air dan juga udara.
“ I think we should be aware, kalau di luar sana banyak orang yang sangat dirugikan. Dengan kita meningkatkan kesadaran itu, akan lebih mudah untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sustainable,” kata Tara.

Salah satu cara untuk menerapkan responsible consumption adalah dengan menggunakan prinsip piramida Buyerarchy of Needs, yaitu use, borrow, swap, thrift, make, dan buy. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Amanda, yaitu dengan menerapkan pembelian barang baru sebagai pilihan terakhir.
“ Jadi kalau mau beli barang lihat dulu apa benda yang udah kita punya. Kalo ga nemu, pinjam. Kalau ga nemu lagi, tukar. Kalo gak ketemu lagi, beli pre-loved, yang ke lima itu buat. Kalo udah mentok banget, buying is always last option,” pesannya.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita
Dream - Olla Ramlan merupakan salah satu selebriti Tanah Air yang selalu tampil modis. Gayanya yang berkelas sering menjadi sorotan publik. Aktris 42 tahun tersebut kerap mengenakan pakaian maupun aksesoris bermerek.
Salah satu yang sering digunakan pemain film 'Sakral' adalah blazer yang membuat penampilannya terlihat lebih formal, berkelas, dan elegan.

Foto: Instagram @ollaramlan
Lantas, seperti apa koleksi blazer Olla Ramlan? Simak ulasan yang dikutip dari Instagram @fashion_ollaramlanaufar berikut ini.

Foto: Instagram @fashion_ollaramlanaufar
Penampilan ibu dua anak ini terlihat bold dan chic mengenakan blazer ungu yang dipadukan dengan rok berwarna serupa. Pemain sinetron 'Perempuan' juga mengenakan inner dan sepatu merah, bucket bag bermotif warna-warni, fedora hat ungu tua, serta kalung berwarna putih untuk melengkapi penampilannya.
Terlepas dari keseluruhan penampilannya, blazer merk Gucci yang dikenakan Olla dibanderol seharga $4,300 atau sekitar Rp61 juta.

Foto: Instagram @fashion_ollaramlanaufar
Di kesempatan lainnya, pemain sinetron 'Cinta Indah' tampil monokrom dengan setelan monokrom yang terdiri dari blazer, kemeja, serta harem pants warna abu-abu.
Olla juga mengenakan tas dengan perpaduan warna pink dan abu-abu, hijab berwarna serupa, serta heels abu-abu. Blazer yang dikenakan pemain sinetron 'Nada Cinta' di potret ini dibanderol seharga $3,980 atau sekitar Rp56.516.000.

Foto: Instagram @fashion_ollaramlanaufar
Selain warna cool tone, Olla juga mengoleksi blazer berwarna warm tone seperti beige. Terbuat dari wool, blazer ini dibanderol seharga $4,800 atau setara Rp68 juta.
Di bagian depan blazer dilengkapi dengan dua kantong, serta dihias dengan lining berwarna putih pada kantong dan kerah. Kalau blazernya puluhan juta, kira-kira seluruh harga outfit-nya berapa, ya?
(Sah, Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
