Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Cotton USA (istimewa)
Dream - Teknologi menenun kapas kini tak seantik masa dulu. Dengan teknologi yang berkembang, para pengusaha kecil menengah sekarang bisa menghasilkan produk berbahan kapas dengan kualitas terbaik.
Tergerak dari keinginan untuk merpekenalkan produknya di Indonesia, organisasi dari National Cotton Indonesia, Cotton Council International (CCI), kembali mempertemukan pelaku bisnsi kapas Amerika Serikat dengan pengusaha nasional.
Executive Director CCI, Bruce Atherley di Jakarta, belum lama ini menjelaskan, pertemuan ini dilakukan sebagai inisiatif untuk menginspirasi para pelaku usaha tekstil agar terus menggali berbagai peluang.
" Dan memperkenalkan inovasi teknologi terbaru yang berhubungan dengan kapas AS untuk menghasilkan beragam produk kapas berkualitas tinggi," ujar Atherley.
Atherley mengklaim, inovasi yang dikembangkan CCI dapat diaplikasikan untuk beragam produk tekstil berbahan kapas. Mulai dari pakaian, tekstil untuk perabotan, serta tekstil untuk rumah tangga.
Sementara President of CCI, Ted Schneider, menjelaskan lembaganya selalu berkomitmen mendampingi para pelaku industri manufaktur dalam memahami teknologi terbaru.
Hal ini bertujuan untuk memberikan peluang baru dan manfaat lebih besar bagi industri tekstil di Indonesia.
" CCI melalui merek dagang Cotton USA telah dipercaya di seluruh dunia, di pabrik-pabrik dan perusahaan tekstil seluruh, termasuk di Indonesia," kata dia.
Menurut Scheinder, produk CCI selama ini dipercaya publik karena lima alasan. Pertama, lanjutnya, produk berkulitas tinggi karena kapas 100 persen dipetik menggunakan mesin sehingga bebas kontaminasi.
Kapas AS juga diklaim menawarkan serat dengan bentuk yang sama dan konsisten. Alhasil, produk akhir yang tercipta selalu sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
CCI juga mengklaim produksi kapas AS selalu mengikuti peraturan yang ketat dan para petani kapas AS telah familiar menggunakan teknologi.
Untuk menjamin produknya benar-benar unggul, CCI juga memastikan sumber kapas bisa ditelusuri karena sistem transparansi AS memungkinkan untuk pemantauan dan perbaikan secara konstan.
Terakhir, Cotton US senantiasa melakukan pendampingan mulai dari pembelian, networking, inovasi, dan edukasi dengan sejumlah pihak yang berkaitan dalam rantai pasokan produk kapas AS. (Sah)
(Sah, Laporan: Rahma Yultus)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?