Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Lupa sesuatu atau pikun kerap dialami oleh orang yang sudah lanjut usia. Hal ini terjadi akibat penurunan daya otak seiring bertambahnya usia.
Meski kerap dianggap wajar, pikun atau yang disebut demensia merupakan salah satu gangguan kesehatan. Pikun menandakan adanya kerusakan saraf otak yang mengganggu kemampuan komunikasi antar sel tubuh.
Jika dibiarkan, pikun dapat mengurangi daya ingat, kemampuan berpikir dan sulit berkonsentrasi. Sahabat Dream dapat mencegahnya dengan melakukan beberapa gerakan senam.
" Misalnya Lazy Eight. Gerakan bola mata mengikuti angka 8. Gerakan dari bola mata nantinya akan disampaikan ke otak dalam bentuk memori. Berfungsi untuk meragsang daya kognitif, daya ingat, dan konsentrasi," kata dr. Ade Tobing, SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga di acara Neuromove Training of Trainers, Jakarta, Selasa 3 September 2019.

Lazy Eight dilakukan dengan cara melukis angka 8 di udara memakai jari tangan. Pastikan mata selalu mengikuti pergerakan jari. Fokuskan pandangan untuk merangsang saraf otak.
Gerakan ini bisa disertai dengan senam ritmik pada kaki. Atau, Sahabat Dream dapat melakukannya sambil duduk. Memori otak yang terjaga akan mencegah pikun dan alzheimer di kemudian hari.
" Lakukan secara rutin. Anak-anak, orang dewasa sampai lansia diperbolehkan melakukan gerakan ini," ujarnya.

Namun perlu diingat, senam Lazy Eight ditujukan untuk melatih saraf otak. Meski melibatkan gerakan mata, penyakit dan kondisi cacat mata tidak bisa disembuhkan dengan gerakan ini.
" Untuk mengurangi minus, plus atau astigmatisma (silinder) tidak bisa. Itu beda lagi. Kalau ini kan saraf otaknya yang dilatih, bukan lensa matanya," pungkas dr. Ade.

Dream - Neuropati merupakan gangguan saraf tepi yang sering dialami orang dewasa dan lansia. Kondisi ini terjadi akibat tingginya aktivitas serta pertambahan usia.
Neuropati ditandai dengan gejala kebas, kesemutan, sensasi terbakar hingga kram otot. Pada kasus parah, gangguan saraf tepi dapat berujung pada kelumpuhan.
Konsumsi vitamin B1, B6 dan B12 secara rutin dapat dilakukan sebagai bentuk terapi neuropati. Upaya pencegahan juga dapat dilakukan dengan gerakan senam.

Foto: Dok. Neurobion
Neurobion memperkenalkan Neuromove, jenis senam untuk mencegah dan merawat saraf tubuh. Metode ini banyak digunakan untuk penderita neuropati.
" Senam Neuromove berguna sebagai bentuk pencegahan penyakit neuropati. Sedangkan bagi pasien yang sudah mengalami neuropati, senam ini juga bisa mencegah keparahan gangguan tersebut," papar dr. Yoska Yasahardja, Medical & Technical Affairs Manager Consumer Health P&G Consumer Health Indonesia di Jakarta, Selasa 3 September 2019.
Gerakan Neuromove tidaklah rumit. Sahabat Dream hanya perlu memainkan pola gerakan yang sama secara berulang. Seperti menyilangkan tangan dan kaki secara bergantian untuk menyeimbangkan saraf otak kanan dan kiri.
Selain mencegah gangguan syaraf, senam Neuromove juga dapat melatih daya fokus, memperkuat daya ingat dan mengasah daya kognitif.
" Misalnya Lazy Eight, gerakan bola mata mengikuti angka 8. Langkahnya seperti melukis angka 8 di udara memakai jari tangan. Pastikan mata selalu mengikuti pergerakan jari," ujar dr. Ade Tobing, SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga.
Senam Neuromove dilakukan minimal 3 kali seminggu dengang durasi 30 menit per sesinya.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Metode ini juga baik diterapkan pada anak autis dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau hiperaktif.
Jika rutin dilakukan, manfaat Neuromove terbukti dirasakan setelah 12-14 minggu.
" Kita latih selama 12-14 minggu, daya konsentrasinya jadi lebih baik. Diuji dengan tes berupa jalan di jalur yang dibatasi dengan cone, mereka tidak keluar dari jalur. Di kelas juga bisa lebih tenang," ungkapnya.

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya