Cegah Stunting, Indofood Gandeng UI dan Ruangguru.com

Reporter : Cynthia Amanda Male
Minggu, 22 Juli 2018 16:09
Cegah Stunting, Indofood Gandeng UI dan Ruangguru.com
Masih tingginya kasus stunting di Indonesia menjadi keprihatinan tersendiri.

Dream - Stunting atau kurang gizi masih menjadi ancaman serius bagi anak usia di bawah 2 tahun. Kondisi ini berpengaruh pada proses tumbuh kembang anak, terutama di masa depan.

Masih banyaknya kasus stunting di Indonesia menarik perhatian PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Produsen bahan pangan ini menggandeng Positive Deviance Resource Centre Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PDRC FKM UI) dan Ruangguru.com menggagas program edukasi bagi remaja usia 13 sampai 17 tahun bertajuk 'Hidup Sehat Yuk!

" Stunting merupakan permasalahan gizi pada anak berusia kurang dari 2 tahun yang disebabkan oleh minimnya asupan selama 1.000 hari pertama. Akibatnya, anak akan tumbuh lebih pendek dan kerja organnya tidak maksimal," ujar Content Creator Gita Savitri saat peluncuran program " Hidup Sehat Yuk!" di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Minggu 22 Juli 2018.

Direktur Indofood, Axton Salim, mengatakan nutrisi sangat penting diperhatikan di masa tumbuh kembang anak. Menurut dia, hingga saat ini angka stunting di Indonesia masih sangat tinggi.

" Program ini diharapkan bisa membantu masa depan para remaja yang jadi akar dari generasi berikutnya," ungkap Axton.

Stunting© dream.co.id

CPO Ruangguru.com, Iman Usman, menjelaskan materi dalam program ini disediakan dalam bentuk video. Para remaja dapat mengakses video tersebut secara gratis di laman Ruangguru.com.

" Selain 40 video edukasi, kami adakan school visit ke beberapa pesantren di 80 kota dan advokasi dengan pemerintah supaya konten kami bisa diadopsi di sekolah atau guru tertentu atau dihubungkan dengan campaign sejenis," tutur Iman.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar FKM UI, Endang Alchadi, mengatakan smateri dalam program ini dirancang oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Materi tersebut sudah disesuaikan untuk remaja sehingga mudah dicerna.

Lebih lanjut, Endang menjelaskan Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk pendek cukup banyak. Menurut dia, kondisi bukan disebabkan faktor genetis melainkan asupan gizi yang kurang memadai.

" Makanya, kami berusaha untuk membuat para remaja lebih siap untuk dewasa dan menghasilkan generasi yang lebih baik," ucap Endang.

Beri Komentar