BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Foto: Itang Yunasz & Dian Pelangi/Cynthia Amanda Male-Dream.co.id
Dream - Dian Pelangi turut memeriahkan ajang New York Fashion Week (NYFW) 2019 yang berakhir sepekan lalu. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini Dian berkesempatan tampil pada panggung The Show yang lebih bergengsi.
" Tahun kemarin aku tampilnya di First Stage. Kali ini dibantu Indonesia Fashion Gallery (IFG), aku bisa tampil di The Show yang exposure dan coverage-nya lebih banyak serta lebih bergengsi," ujar Dian di Jakarta, Kamis 21 Februari 2019.
Tak hanya Dian, desainer Indonesia lainnya, Itang Yunasz, juga tampil di panggung The Show. Masing-masing menampilkan 12 koleksi modest fashion. Dian mengangkat tema 'Socialove', sedangkan Itang Yunasz 'Tribal Diversity'.
Menurut Dian, sebelum di New York Fashin Week 2019, mereka juga tampil di de Young Museum, San Fransisco untuk 'Contemporary Muslim Fashions'. Koleksi yang dibawa ke NYFW itu merupakan kelanjutan ajang di San Fransisco.
" Sebelumnya, pameran di San Fransisco sudah merupakan gema yang mendunia di akhir tahun lalu. Lalu, saya harus membuat koleksi dalam waktu dua bulan untuk ditampilkan di NYFW," jelas Itang.

Itang Yunasz & Dian Pelangi (Cynthia Amanda Male/ Dream)
Di show NYFW 2019 tersebut, Dian menampilkan koleksi dengan sentuhan batik abstrak dengan teknik printing. Koleksinya terinspirasi dari aktivitas digital dan media sosial di New York.
" Untuk menggambarkan aktivitas digital mereka, saya menggunakan warna hitam, putih, tapi tetap ada warna shocking pink yang terinspirasi dari Wardah Instaperfect. Lalu, ada unsur tipografi juga yang terinspirasi dari caption Instagram," tutur Dian.
Jika Dian mengangkat motif batik abstrak, Itang membuat koleksi bermotif kain Sumba di atas bahan lace dengan pakaian one piece bergaya boho.
" Gaya boho dan motif khas Sumba sama-sama bersifat etnik. Saya pakai warna merah bata dan ungu gelap di koleksi ini. Potongannya one piece, tapi enggak nerawang, supaya lebih mudah dikenakan dan tidak memakan waktu lama untuk dibuat," ungkapnya.

Itang Yunasz & Dian Pelangi (Cynthia Amanda Male/ Dream)
Dalam menjalankan misi memperkenalkan modest wear lokal ke mata dunia itu, Dian dan Itang didukung brand kecantikan asal Indonesia, Wardah Beauty, dengan dua gaya make up yang berbeda, yaitu 'Jakarta' dan 'New York'.
" Gaya make up 'Jakarta' yang lebih bold, kami pakai untuk koleksi Itang Yunasz. Sedangkan 'New York' yang lebih chic, dipakai untuk koleksi Dian Pelangi," kata Brand Manager Wardah Cosmetics, Shabrina Salsabila.
Dua gaya make up tersebut juga mengikuti tren tampilan mata yang bold dengan eyeliner wing, earthy color, serta tren lipstik coral.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
