Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Telur Di Kubur Di Tanah Panas/ Sumber: TikTok @darmaptr10
Dream- Melakukan pendakian di alam bebas menjadi salah satu momen berkesan bagi setiap orang. Kegiatan mendaki gunung merupakan aktivitas yang membutuhkan banyak energi. Salah satu cara untuk mendapatkan energi yaitu melalui asupan makanan.
Telur ayam jadi asupan kaya protein dan bisa jadi energi yang besar jika dikonsumsi saat naik gunung. Para pendaki, punya cara khusus untuk mengolah telur.
Mereka tak perlu api, kompor dan panci. Pemilik akun TikTok @darmaptr10 yang hobi naik gunung membagikan rahasianya. Saat itu, ia naik gunung yang tanahnya menyimpan panas bumi.

Pertama-tama, ia mencari tanah yang dekat dengan kepulan asap yang menandakan suhu tanah di sekitar sangat panas. Kemudian, ia menggali tanah agak dalam menggunakan batang kayu.
Setelah dirasa cukup dalam, masukkan kedua telur mentah ke dalam galian tanah dan kubur dengan rapat. Tunggu selama 10-15 menit, setelah itu gali telur dan angkat.

Pastikan mengangkat telur dengan hati-hati karena panas. Pecahkan kulit telur untuk membuktikan apakah dalamnya matang atau tidak. Yap, ternyata telur berhasil matang sempurna.

Video tersebut langsung viral menjadi sorotan dan bahkan sudah ditonton hingga 13 juta viewers. Tak hanya itu, video di akun TikTok Darjon pun dibanjiri komentar dari netizen.
Akun @bayusadewo45 menulis " Just info ini gabisa dilakuin disemua gunung sih soalnya pernah coba dilawu klo sindoro sumbing bisa karna masih ada blerang aktif nya" .
Lalu @susu taro berkomentar " itu bkn telur rebus bg tpi telur tanem. Bagaimana? Mau coba masak telur di gunung?
Laporan: Hany Puspita Sari
@darmaptr10 Kapan lagi kalian bisa bikin telur rebus tanpa di masak😏
♬ suara asli - DARJON🐷
Dream- Mi ayam bisa dibilang menu favorit orang Indonesia. Untuk menemukan makanan ini sangat gampang karena hampir tersedia di seluruh daerah.
Sesuai dengan namanya, mi ayam adalah makanan yang disajikan dengan potongan ayam bumbu yang biasanya memiliki perpaduan rasa manis dan gurih. Mi ayam biasanya juga disajikan dengan ceker, bakso, dan pangsit rebus ataupun pangsit goreng.
Rupanya, ada juga yang menyajikan mi ayamm dengan telur dadar. Hal ini didokumentasikan akun Instagram @gendut_kulineran, yang menyebutnya " mi ayam sekte baru" .

Ia memperlihatkan penjual yang sedang menyiapkan seporsi mi ayam telur dadar, di kawasan Jalan Bantul, Dongkelan, Yogyakarta.
Mi ayam gerobakan milik Mbah Goen ini selalu ramai didatangi pembeli. Bila datang kemari, harus sabar antre, karena penganut 'sekte' mi ayam telur dadar cukup banyak.
Dalam satu porsi terdapat mi, caisim, daging ayam, serta daun bawang dan tak lupa telur dadar. Semangkuk mi ayam komplit ini dibanderol dengan harga Rp 9.000. Ingin mencicipinya, Sahabat Dream?
View this post on Instagram
Laporan Hany Puspita Sari
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

