Contact Tracing Pada Pasien Covid-19, Seberapa Penting?

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 4 November 2020 10:33
Contact Tracing Pada Pasien Covid-19, Seberapa Penting?
Pasien harus memberikan informasi yang jujur demi mengurangi dan menekan penyebaran virus.

Dream - Mereka yang terjangkit virus Covid-19 harus segera melakukan isolasi dan menjalankan protokol kesehatan ketat. Bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu, dianjurkan untuk menjalani perawatan di rumah sakit atau area isolasi yang dianjurkan petugas Satgas Covid-19 setempat.

Tak hanya itu, pasien Covid-19 juga harus menjalani wawancara soal kontak dan lokasi mana saja yang didatangi sebelum dinyatakan positif Covid-19. Proses wawancara ini dilakukan oleh tenaga kesehatan yang merupakan contact tracing atau penelusuran kontak.

Apa itu Contact Tracing?
Dikutip dari corona.jakarta.go.id, menurut Journal Healthcare Management Science, contact tracing (pelacakan kontak) merupakan kunci untuk memperlambat atau bahkan menghentikan penyebaran penyakit menular.

Hal ini tentu juga berlaku untuk penyakit Covid-19. Contact tracing adalah usaha tenaga kesehatan untuk mencari tahu siapa saja orang yang melakukan kontak dengan pasien yang terkena penyakit menular, untuk menghentikan persebaran lebih luas.

 

 

1 dari 4 halaman

Dalam kasus Covid-19, penularan virus terjadi melalui droplet, yaitu percikan liur yang keluar ketika seseorang berbicara, batuk, atau bersin. Penularan dapat terjadi apabila seseorang yang positif Covid-19 bertatap muka dengan orang lain dalam jarak kurang dari dua meter selama sekitar 15 menit.

Swab Tes Massal Stasiun Bekasi

Maka, untuk melakukan penelusuran kontak dari kasus positif Covid-19, pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19 akan diajukan beberapa pertanyaan terkait pergi ke tempat mana saja selama 14 hari terakhir dan bertemu siapa saja. Hal ini karena orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien dapat tertular dan menularkan kepada orang lain yang lebih luas.

 

2 dari 4 halaman

Untuk memperlambat dan menghentikan persebaran virus, orang-orang yang diketahui kontak dekat dengan pasien akan dihubungi, kemudian diinformasikan terkait kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Orang yang kontak erat dengan pasien akan diminta untuk waspada, memerhatikan gejala dan memeriksakan diri apakah dirinya ikut terinfeksi atau tidak, juga melakukan isolasi agar penyebaran virus tidak meluas.

Swab Tes Massal Stasiun Bekasi

Dengan melakukan pelacakan kontak fisik (contact tracing), dinas Kesehatan setempat dapat mengetahui siapa saja yang berkontak erat dengan pasien positif, daerah-daerah mana yang warganya banyak terkena Covid-19, serta mengetahui klaster-klaster tempat penyebaran Covid-19.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

 

3 dari 4 halaman

Cegah Penularan Covid-19, Biarkan Ventilasi Terbuka

Dream - Aktvitas di luar ruangan lebih dianjurkan dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang. Baik berupa pertemuan, rapat hingga pesta pernikahan. Hal ini karena berada di ruangan tertutup bisa meningkatkan risiko penularan.

Bagaimana kalau terpaksa harus berada di dalam ruangan dan bertemu dengan beberapa orang? Pastinya protokol kesehatan harus dilakukan, yaitu mengenakan masker 3 lapis, menjaga jarak minimal 2 meter dan mencuci tangan dengan sabun setelah memegang sesuatu.

Cegah Penularan Covid-19, Biarkan Ventilasi Terbuka

Hal yang juga sangat penting adalah perhatikan ventilasi dalam ruangan. Pastikan udara dalam ruangan mengalir, karena aliran udara yang buruk dapat meningkatkan risiko paparan Covid-19.

Dikutip dari Hindustan Times, menurut penelitian yang dilakukan Scientific Advisory Group for Emergencies (SAGE). Studi dari tim Universitas Cambridge pada bulan September 2020 lalu menemukan peningkatan risiko paparan virus dari sistem ventilasi di gedung perkantoran modern, yang dirancang untuk menjaga suhu tetap nyaman dan meningkatkan efisiensi energi.

 

4 dari 4 halaman

Para ahli SAGE mengatakan dalam sebuah makalah ventilasi merupakan faktor penting dalam mengurangi risiko penularan secara aerosol. Aktivitas yang dapat menghasilkan aerosol tingkat tinggi (bernyanyi, ucapan keras, aktivitas aerobik) cenderung menimbulkan risiko terbesar. Pada beberapa ruang bahkan ventilasi yang ditingkatkan mungkin tidak sepenuhnya mengurangi risiko ini.

Bila harus berada dalam ruangan dan bertemu dengan banyak orang, CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat menyarankan untuk meningkatkan sirkulasi udara luar ruangan sebanyak mungkin dengan membuka jendela dan pintu jika memungkinkan, dan menggunakan kipas angin.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar