Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Didi Mahardika (Baju Hitam Duduk)
Dream - Belum lama diluncurkan di bioskop-bioskop Indonesia, film berjudul Jenderal Soedirman menimbulkan kontroversi. Anggota DPR RI Komisi X yang juga Cucu Presiden Soekarno, Didi Mahardika menganggap beberapa adegan dalam film dianggap tidak sesuai dengan fakta sejarah.
" Ada beberapa adegan Jenderal Sudirman yang kurang pas atau melenceng dari fakta sejarahnya," ujar Didi Mahardika saat ditemui di Universitas Bung Karno, Jakarta, Rabu 9 September 2015.
Didi mengaku mempelajari bagian demi bagian film yang dibintangi aktor muda Adipati Dolken ini, untuk memastikan ada hal yang melenceng atau tidak.
" Dua kali nonton saya pikir cukup. Apakah saya salah lihat atau gimana, saya pastikan saat nonton yang kedua kalinya dan sudah dipelajarinnya memang melenceng. Ada yang berbeda dan properti yang berbeda," katanya.
Didi pun membeberkan poin-poin yang dianggap tidak sesuai dengan fakta sejarah. " Ini point yang saya anggap tidak sesuai. Mereka kaji, film itu dari mana," kata Didi.
1. Adegan dialog antara Presiden Soekarno dengan Jenderal Soedirman atau Pak Dirman, yang mendramatisasi perbedaan antara perjuangan melalui perundingan dengan melalui perang frontal. Hal itu, disebut oleh Didi, berpotensi menghilangkan makna persatuan dan kesatuan bangsa.
2. Adegan Presiden dan Wakil Presiden mengaku berbohong, berdosa atas janji dengan tidak bergerilya. Hal itu bisa menimbulkan kontroversi.
3. Adegan tentang Bung Karno yang meminta difoto ulang ketika berangkulan dengan Pak Dirman juga bertentangan dengan fakta sejarah
4. Adegan tentang peran Tan Malaka beserta tentaranya memberi kesan bertentangan dengan status Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional.
5. Adegan Pak Dirman membanting tongkat keris (tak sesuai dengan aslinya sebagai orang Jawa yang santun). Pak Dirman memakai kopiah ditodong senapan, dibentak Belanda, itu tidak jelas sumber sejarahnya.
6. Peran Sri Sultan Hamengkubowobo lX dan figur Pak Harto sebagai orang dekat Pak Dirman? Tidak digambarkan dalam film tersebut. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya