Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Selama miliaran tahun, Bumi hanya memiliki satu satelit, yaitu Bulan. Namun, pada waktu-waktu tertentu, Bumi dapat memiliki dua 'setelit' sekaligus.
Benda-benda yang lebih kecil terjebak dalam tarikan gravitasi Bumi. Masuk kedalam orbit untuk sementara waktu. Inilah yang disebut sebagai “Bulan Mini”
Para ilmuan telah menemukan bulan mini yang mendekati Bumi. Yang akan berjarak sekitar 43 ribu km. Diperkirakan benda tersebut akan mengorbit Bumi mulai Oktober 2020 hingga Mei 2021.
Bulan mini ini tampaknya seperti buatan manusia. Yaitu sebuah Asteroid 2020 SO, yang berasal dari roket pendorong tahun 1960-an. Ini merupakan salah satu sampah luar angkasa.
“Kecil kemungkinan sebuah asteroid dapat berevolusi menjadi orbit tapi hal itu bukanlah tidak mungkin,” ungkap Dr Paul Chodas, Direktur Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA.

Dalam sebuah simulasi objek yang dibagikan melalui Twitter, bulan mini akan masuk dan keluar dari orbit Bumi melalui dua titik Lagrange.
Asteroid 2020 SO may get captured by Earth from Oct 2020 - May 2021. Current nominal trajectory shows shows capture through L2, and escape through L1. Highly-chaotic path, so be prepared for lots of revisions as new observations come in. @renerpho @nrco0e https://t.co/h4JaG2rHEd pic.twitter.com/RfUaeLtEWq
— Tony Dunn (@tony873004)September 20, 2020
Titik Lagrange ini adalah titik orbit yang memiliki keseimbangan tarikan gravitasi oleh dua benda besar yang mengorbit bersama, seperti Bumi dan Matahari.
Arkeolog luar angkasa Alice Gorman dari Flinders University di Australia menyebutkan kecepatan benda tersebut jauh lebih rendah daripada kecepatan asteroid Apollo.

Begitu muncul kecurigaan benda yang masuk adalah sampah luar angkasa, Chodas mencoba menelusuri asal-usulnya. Ia mengidentifikasi bulan mini yang seharusnya sebagai badan roket Centaur yang mengirimkan muatan percobaan Surveyor 2 ke Bulan.
Jika benar, maka benda tersebut sama sekali tidak akan menjadi bulan mini melainkan hanya menjadi sampah luar angkasa.
(Sumber: indiatimes.com)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti