BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
BPOM Telah Keluarkan EUA Untuk Vaksin Moderna (Foto: Shutterstock)
Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 Moderna. Vaksin ini siap digunakan pada vaksinasi nasional untuk usia 18-65 tahun.
" Kami menambahkan lagi satu jenis vaksin Covid-19 yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization dari Badan POM dari Indonesia yaitu vaksin Moderna," ujar Kepala BPOM, Penny Lukito, dalam konferensi pers virtual disiarkan kanal YouTube Badan POM RI.
Vaksin Moderna menjadi produk pertama dengan metode mRNA yang digunakan di Indonesa. Dengan tipe yang sedikit berbeda, vaksin Moderna ini membutuhkan perlakuan khusus dibandingkan vaksin yang sudah digunakan lebih dulu seperti Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.
Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, misalnya, merupakan vaksin yang dibuat dengan metode inactivated virus atau virus yang sudah tidak aktif. Dua vaksin ini dapat disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius.
Meski demikian, Penny menjelaskan produsen vaksin Moderna menyertakan teknologi penyimpanan vaksin ketika dikirim ke Indonesia. Menurut Penny, vaksin ini dapat bertahan pada suhu -20 derajat Celcius.
" Karena ini diterima melalui Covax Facility, mereka akan memberikan vaksin ini bersamaan dengan teknologi penyimpanan dan distribusinya, tentunya akan mempengaruhi juga target-target lokasi di mana vaksin ini akan diberikan," kata dia.
Untuk penggunaannya, Penny menerangkan vaksini ini diberikan dengan injeksi atau suntikan intramuscular dengan dosis 0,5 mililiter. Vaksin diberikan dengan dua dosis dalam jeda satu bulan.
Selanjutnya, Penny menjelaskan terdapat efek samping tertentu dari penggunaan vaksin ini. Berdasarkan data uji klinis, efek samping baru muncul usai penyuntikan dosis kedua.
" Kejadian ini umumnya didapatkan setelah mendapatkan penyuntikan kedua dan profil keamanan umumnya pada usia di bawah 65 tahun," terang dia.
Meski begitu, vaksin Moderna dapat diberikan kepada masyarakat yang memiliki komorbid tertentu. Di antaranya sakit paru kronis, jantung, obesitas besar, diabetes, liver, HIV/AIDS.
" Jadi bisa diberikan kepada populasi dengan komorbid berdasarkan hasil uji klinik fase 3," ucap Penny.(Sah)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
