6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream – Kondisi di mana kadar oksigen dalam darah berada pada angka yang rendah dapat disebabkan beberapa hal, di antaranya adalah emphysema, pulmonary disease or cardiovascular disease.
Ciri-cirinya seperti napas yang pendek, lelah terus menerus, dan bangun tidur dengan perasaan kehabisan napas.
Pada beberapa kasus, oksigen dalam darah bisa ditingkatkan dengan penggunaan obat-obatan. Untuk Anda yang lebih memilih cara alami, beberapa jenis tanaman herbal tertentu juga diklaim dapat membantu meningkatkan kadar oksigen dalam darah.
Berikut jenis tanaman herbal yang biasa digunakan untuk membantu penyerapan oksigen menurut situs Livestrong.com
1. Ginkgo Biloba
Ginkgo biloba adalah tanaman herbal yang umum digunakan untuk mengatasi masalah terkait sirkulasi darah dalam tubuh. Karena oksigen dibawa ke seluruh tubuh oleh darah, maka ginkgo bisa jadi dapat meningkatkan jumlah oksigen yang diantar oleh darah.
University of Maryland Medical Center menjelaskan bahwa mereka yang memiliki masalah sirkulasi darah di bagian kaki biasanya akan membaik setelah mengonsumsi ginkgo biloba.
2. Cabai Cayenne
Cabai Cayenne adalah jenis buah seperti cabai yang digunakan sebagai tanaman obat sejak abad ke-14 di pedalaman Amerika Selatan dan Tengah untuk membantu mengurangi berat atau weight loss.
Cayenne membantu memperbaiki aliran darah pada mereka yang memiliki penyumbatan pada arteri. Dengan aliran darah yang lancar, kadar oksigen yang dibawa oleh darah pun akan meningkat.
Jahe adalah tanaman herbal yang biasa digunakan dalam makanan. Jahe juga dikenal atas khasiatnya untuk meredakan sakit perut, menghilangkan mulai, dan mengobati mabuk kendaraan.
Konsumsi jahe dapat mengencerkan darah, yang mana memiliki efek positif bagi mereka yang berisiko mengalami stroke karena adanya penyumbatan darah di arteri.

Sebelum mengonsumsi tanaman herbal di atas sebagai obat, sebaiknya minta saran dokter langganan Anda terlebih dulu, terutama jika Anda sudah mengonsumsi obat tertentu, untuk menghindari efek samping yang tak diinginkan.
Selain itu ada juga cara lain yang dapat Anda lakukan untuk memaksimalkan kadar oksigen dalam darah, yaitu dengan menggunakan alat bantu kesehatan yang tepat.
Magma Jeju adalah alat bantu kesehatan berupa gelang yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kadar oksigen dalam darah karena memancarkan gelombang far infrared setara sinar matahari pagi dan juga mengandung ion negatif yang setara dengan hawa pegunungan.

Pemakaian gelang Magma Jeju akan membantu mengaktifkan molekul air dalam darah sehingga kandungan oksigennya jadi dua kali lipat, memperbesar pembuluh kapiler sehingga darah mengalir lebih lancar, serta membersihkan usus (terapi kolon) sehingga racun-racun yang menempel dalam usus terbuang dan penyerapan nutrisi menjadi lebih maksimal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
