Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Data 267 juta pengguna Facebook dilaporkan terpapar ke publik. Data tersebut meliputi identitas pengguna, nomor telepon, dan nama asli pengguna.
Laporan yang dibuat Comparitech dan peneliti keamanan Bob Diachenko menyebut, info yang bersifat pribadi tersebut dapat diakses dalam database tanpa kata sandi atau otentifikasi lainnya.
Diduga, data tersebut terpapar ke publik karena penyalahgunaan Facebook API. Bob mengatakan, dia telah melaporkan basis data ke penyedia layanan tempat alamat IP server.
Dia menyebut, data tersebut terpapar selama hampir dua pekan. Data para pengguna Facebook tersebut bahkan sudah diunggah di beberapa forum peretas.
Beredarnya data pribadi tersebut berbahaya karena bisa digunakan untuk melakukan penipuan.
Juru bicara Facebook menyebut, data yang terpapar tersebut diduga ditemukan dari perubahan sistem Facebook.
" Kami mencari masalah ini, tetapi yakin ini kemungkinan informasi yang diperoleh sebelum perubahan yang kami buat dalam beberapa tahun terakhir untuk melindungi informasi orang," kata juru bicara Facebook kepada Engadget.
Ini bukan kali pertama data pengguna Facebook terpapar di ruang terbuka. Pada September 2019, seorang peneliti keamanan menemukan database lain dengan 419 juta catatan yang dikaitkan dengan akun Facebook.
Satu tahun sebelumnya, peretas mengekspos informasi pribadi milik 29 juta pengguna. Kesalahan pihak ketiga telah membuat 540 juta catatan Facebook terbuka, dan awal tahun ini. Diduga akibat peretasan itu, lebih dari 20.000 karyawan Facebook memiliki akses ke 600 juta kata sandi pengguna.
Dream – Data perbankan 29 ribu karyawan Facebook yang disimpan di hard drive dicuri. Data tersebut diambil dari seorang pekerja payroll. Kabar buruknya, data tersebut tidak dienskripsi, berdasarkan laporan dari Bloomberg.
Dikutip dari The Verge, Minggu 15 Desember 2019, hard dis tersebut berisi tentang ribuan pekerja yang telah bekerja di Facebook sejak 2018. Selain data perbankan, hard drive yang digondol si panjang tangan ini juga berisi data pribadi karyawan.
Plus, data empat digit angka keamanan, gaji, dan bonus. Facebook memberitahukan kabar pencurian melalui e-mail pada Sabtu pagi.
Meskipun data yang dicuri tak berisi informasi pengguna, kejadian ini masih menimbulkan pertanyaan, terutama aspek pencegahan masalah keamanan data pribadi. Parahnya, perusahaan ini tak memberitahukan masalah kepada karyawan yang terdampak. Sekadar informasi kejadian ini berlangsung pada 17 November 2019.
Ditambah lagi, Facebook baru sadar datanya hilang tiga hari setelah hard drive dicuri. Kini, perusahaan tersebut bekerja sama dengan polisi untuk mengembalikan hard drive. Perusahaan juga menawarkan layanan berlangganan karyawan dengan masa dua tahun untuk mengidentifikasikan layanan perlindungan dari pencurian.
“ Tidak ada tanda-tanda penyerangan. Dipercaya serangan ini merupakan tindak pemecahan kaca mobil untuk mendapatkan barang-barang. Jadi, ini bukan upaya untuk menyerang informasi dari karyawan,” kata juru bicara Facebook.
Tak disebutkan alasan karyawan memindahkan hard drive yang berisi data karyawan. Padahal, karyawan tak seharusnya membawa keluar hard drive dari kantor. Facebook sendiri telah mengambil langkah untuk mengatasi pencurian data Facebook. (mut)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan