Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
McLaren Turut Menjadi Korban Pandemi Covid-19. (Foto: Shutterstock)
Dream – Virus corona penyebab penyakit Covid-19 tak pandang bulu “ menghantam” korbannya. Di dunia otomotif, McLaren menjadi contoh perusahaan yang mengalami kerugian besar karena krisis pandemi corona.
Perusahaan mobil mewah ini terpaksa memangkas 1.200 pekerjaan dan menggadaikan mobil-mobil bersejarah.
Dikutip dari Car And Driver, Kamis 28 Mei 2020, juru bicara McLaren menjelaskan kepada Car and Driver bahwa pemecatan 1.200 pekerjaan ini setara dengan seperempat tenaga kerja perusahaan. PHK akan dilakukan tersebar di seluruh grup McLaren, meliputi tim Formula 1 dan Divisi Teknologi Terapan.
Manajemen perusahaan juga akan melakukan berbagai cara untuk bisa mengamankan bisnisnya. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menghentikan sementara produksi di pabriknya di Woking, Inggris, pada Maret lalu saat Inggris menerapkan lockdown. Kemudian, memotong gaji karyawan dalam jangka pendek.
Untuk keluar dari krisis yang dihadapi, perusahaan juga akan melakukan pinjaman hingga 300 juta poundsterling dengan jaminan pabrik produksi dan koleksi balap, termasuk mobil yang digunakan oleh Ayrton Senna, dikutip dari Liputan6.com.
Pinjaman akan dilunasi setelah penjualan mobil meningkat dan balapan musim F1 kembali normal dari penangguhan saat ini.
Dream – Suara bising knalpot tak bisa dipandang sebelah mata, Sahabat Dream. Suara berisik ini bisa memicu “ perang dunia” dengan tetangga.
Pengalaman ini dialami seorang pemilik Ford Mustang bernama Aaron Robinson. Tanpa dimodifikasi saja, knalpot mobil ini sudah terdengar berisik.
![]()
Dikutip dari Otosia yang melansir Zing, Kamis 28 Mei 2020, pipa knalpot mobil Aaron disemprot dengan sabun padat oleh tetangganya. Tetangganya kesal karena mobil Mustang milik Aaron itu terlalu bising.
Tetangga Robinson mengambil tindakan keras dan mendesak pemilik mobil untuk segera memperbaiki knalpot itu. Itulah yang tertuang dari catatan kecil yang penuh kata-kata marah dari para tetangganya.
Tak terima dengan ulah tetangganya, Robinson melaporkan kejadian itu ke polisi dan menyebut seseorang menjadi dalang reaksi yang berlebihan itu. Dikatakan bahwa larutan sabun padat ke pipa knalpot bisa membuat komponen ini harus diganti.
Tapi di sisi lain, Aaron pun mendapatkan banyak kritik. Sebab, sejak 2017, Ford sudah melengkapi Mustang GT dengan sistem peredam knalpot, yakni Mode Quiet Exhaust. Sementara Mustang Aaron adalah tipe baru, jadi tentu saja mobilnya memiliki fitur itu.
Mode Quiet Exhaust menyesuaikan pengoperasian sistem knalpot, menghasilkan kebisingan 10 desibel lebih rendah dari biasanya. Ford menyebut fitur ini sebagai Good Neighbor Mode
Dream - Selama ini kita mungkin harus mengoreksi pernyataan jika knalpot mobil sebagai komponen kendaran terbanyak menyumbang polusi udara. Survei terbaru menunjukan ada bagian dari kendaraan yang justru jadi polutan yang lebih parah daripada knalpot.
Dikutip dari Zing, Minggu 15 Maret 2020, riset yang diterbitkan oleh Emission Analytics di Inggris, menunjukkan polusi yang disebabkan oleh ban ribuan kali lebih tinggi daripada asap dari pipa knalpot.
Hasil penelitian ini tentu mengejutkan banyak orang. Hal ini disebabkan anggapan asap knalpot yang menyumbang polusi tertinggi.
![]()
Emission Analytics menguji ban karet standar baru yang dipasang di mobil hatchback. Hasil penelitian ini menunjukkan keausan ban dan rem yang dikombinasikan dengan gesekan di jalan, bisa menghasilkan 5,8 gram partikel berbahaya per km perjalanan.
Angkanya 1.289 kali lebih tinggi daripada emisi knalpot mobil yang sesuai standar emisi Euro 6 saat ini. Partikel berbahaya yang dihasilkan oleh emisi standar terbaru mencapai 0,0045 gram.
Tingkat polusi juga bisa lebih tinggi dalam kondisi berkendara yang kurang ideal. Misalnya, ban kualitas jelek dan kendaraan yang mengangkut muatan berlebih juga bisa menambah polusi.
Partikel mikro yang kurang dari 10 mikron dan dihasilkan dari pergerakan kendaraan, bisa meningkatkan polusi, terutama dari mobil SUV, truk, dan kendaraan listrik.
“ Sudah saatnya tak hanya memperhatikan polusi dari pipa knalpot, tetapi juga dari ban dan rem yang aus,” kata peneliti senior Emission Analytics, Richard Lofthouse.
Richard mengaku prihatin dengan fakta bahwa peraturan emisi belum diperketat. Ditambah lagi dengan polusi yang bisa disebabkan oleh ban
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya