Dian Pelangi Goes to London Fashion Week

Reporter : Ratih Wulan
Kamis, 4 Februari 2016 09:51
Dian Pelangi Goes to London Fashion Week
Dian Pelangi sempat merinding mendengar namanya lolos sebagai salah satu desainer yang akan tampil di pagelaran tersebut.

Dream- Karir Dian Pelangi di industri fesyen hijab sudah tak diragukan lagi. Berbagai panggung mode dari New York hingga ke Timur tengah pernah ia jajaki. Kabar terbaru, rancangan Dian berhasil dilirik para penyelenggara London Fashion Week.

Dian sendiri mengaku sangat bangga, fesyen Indonesia sudah berhasil merambah ajang bergengsi seperti itu. Dalam kesempatan emas yang akan digelar pada 17-23 Febuari mendatang, Dia tak pergi sendiri.

Menurut Dian, penampilannya di ajang mode Inggris tersebut merupakan hasil kerja keras HijUp.com bersama beberapa rekan desainer lainnnya.

" Akan ada Jenahara, Restu Anggraini, Zaskia Sungkar dan Vivi Zubaedy yang akan berangkat," ungkap Dian di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Rabu, 3 Febuari 2016.

Meski sering tampil di pentas dunia, perempuan berusia 25 tahun ini mengaku sempat merinding kala mengetahui lolos kurasi London Fashion Week. Dian seolah merasa bermimpi ketika tahu dirinya berhasil melewati dua bulan masa seleksi.

Sebelum lolos seleksi, busana rancangan Dian memang sempat berkali-kali ditolak. Alasannya, pihak penyelenggara menuntut setiap desainer menampilkan ide-ide seru yang baru.

" Pertama kali busana muslim akan tampil di London Fashion Week. Bukan couture-couture lagi tapi panggung yang sebenarnya," ungkapnya antusias.

Dalam pagelarannya nanti, Dian berencana menampilkan 12 koleksi terbarunya. Termasuk dengan mengenakan kain jumputan yang dinamakan seri coidentity. Kain ini merupakan hasil kolaborasi bersama dua mahasiswa London College Nelly Rose dan Odette Steele.

Sedangkan untuk temanya, Dian akan menyesuaikan dengan cuaca Eropa yang tengah mengalami musim dingin. Sehingga hampir keseluruhan ia rancang bergaya 'winter look'. Terlebih dengan potongan busana muslim yang tertutup rapat. Tapi tetap cantik dengan banyak detail dan ornamen tambahan.

" Masih tetap ada outer wear. Tapi lebih banyak layering dan warna-warna gelap. Model hijab di sana juga lebih suka yang simpel kaya kerudung-kerudung Turki yang vintage.

" Pokoknya seru banget karena ini pertama kali, dan tahun lalu sempat melihat ajang ini ternyata keren-keren banget bikin melongo. Sampai mikir kayanya gue belum bisa nih teknik jahit begini dan sekarang bisa masuk," tuturnya terharu.

Lebih jauh Dian mengaku tak pernah berkecil hati. Bahkan ia mengaku merasa Indonesia memiliki kelebihan sendiri dalam mendesain baju muslim. Dia juga mengaku ini kesempatan emas baginya karena fesyen hijab tengah menjadi incaran di dunia internasional.

" Yang paling menarik itu Indonesia karena produsen dan konsumen. Mereka tidak all out dalam berkreasi sedangkan kita sudah memulai dari 24 tahun lalu," pungkas Dian.

Beri Komentar