5 Designer Ditantang dengan 'Interior Fabric', Hasilnya...

Reporter : Dwi Ratih
Jumat, 13 September 2019 19:32
5 Designer Ditantang dengan 'Interior Fabric', Hasilnya...
Jika salah memilih motif, dapat menghancurkan model busana.

Dream - Suatu tantangan tersendiri ketika desainer fashion diajak membuat pakaian berbahan dasar interior fabric. Salah memilih motif, dapat menghancurkan model busana.

Bersama Interni Asia untuk merayakan ulang tahunnya ke 25 tahun, lima desainer fashion, Sebastian Gunawan, Didi Budiarjo, Eddy Betty, Adrian Gan, dan Rinaldy A. Yunardi, berkolaborasi dan ditantang menciptakan gaun malam berbahan interior fabric Rubell dan Dedar.

 Divine Touch

Foto: Divine Touch/Dream.co.id-Keisha

Menurut desainer fashion, Eddy Betty, perbedaan kain untuk interior dan pakaian terletak pada komposisi dan motif. Motif untuk interior biasanya berukuran besar sedangkan untuk pakaian lebih kecil.

Inilah yang menurutnya menjadi tantangan luar biasa bagi desainer fashion.

1 dari 2 halaman

Inspirasi Baru dari Kolaborasi

" Setelah diolah, dicoba, luar biasa sih menarik akhirnya kita bisa menemukan inspirasi baru dengan kolaborasi ini," kata Eddy di Xessex Indonesia Wallcovering Showroom, Jakarta, Kamis, 12 September 2019 kemarin.

Rinaldy A Yunardi, sebagai salah satu aksesoris desainer yang berkolaborasi pada event ini, menyatakan ketertarikannya kepada bahan interior.

 Divine Touch

 Divine Touch

Foto: Divine Touch/Dream.co.id-Keisha

2 dari 2 halaman

Hasil Penjualan Disumbangkan

Bahan-bahan yang menyuguhkan motif cantik, membuatnya bersemangat dalam merancang busana yang ekspresif.

Interni Asia menghadirkan kain high quality atau berstandar tinggi. Kain high quality di sini menurut Rinaldy, sangat tidak kaku sehingga memudahkannya untuk bekarya di luar batas.

 Divine Touch

 Divine Touch

Foto: Divine Touch/Dream.co.id-Keisha

Semua hasil rancangan desainer kemudian akan dilelang dan hasilnya akan disumbangkan bagi kegiatan sosial.

(ism, Laporan: Keisha Ritzska Salsabila)

Beri Komentar
Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?