Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IKEA Akan Menjadikan Kendaraan Listrik Untuk Jasa Pengiriman Barang Ke Rumah. (Foto: Shutterstock)
Dream – IKEA Group di beberapa negara, seperti Amsterdam, Los Angeles, Paris, Shanghai, dan New York, ingin menggunakan jasa pengantaran barang ke rumah menggunakan kendaraan listrik atau kendaraan 0 emisi. Perusahaan furniture asal Swedia ini ingin mewujudkan target itu pada 2020.
Dilansir dari Carscoops, Jumat 21 September 2018, setelah bergabung dengan EV100 pada 2017—sebuah inisiatif global yang digagas oleh The Climate Group— Ikea berkomitmen pada transisi menuju kendaraan listrik pada 2030.
“ Kami menantang diri sendiri dan menginspirasi orang lain. Perubahan yang dibutuhkan dapat dicapai secara bersama-sama,” kata CEO IKEA, Jesper Brodin.
Brodin mengatakan pihaknya mempercepat transisis penggunakan mobil listrik di lima kota di atas.
Target selanjutnya perusahaan adalah menyediakan akses ke stasiun pengisian kendaraan listrik di semua toko IKEA di 30 pasar pada 2020. Lalu, mengurangi separuh emisi relatif dari rekan kerja dan pelanggan yang bepergian ke tokonya pada tahun 2030.
“ Dengan beralihnya ke kendaraan listrik untuk home delivery, IKEA memberikan contoh yang kuat untuk transportasi bersih di pusat kota,” kata CEO The Climate Group, Helen Clarkson.
Clarkson mengatakan pelanggan IKEA juga berperan penting dalam mempercepat peluncuran kendaraan listrik secara keseluruhan.
(ism)
Dream – Mobil listrik ternyata punya dampak negatif di sektor tenaga kerja. Sektor mobil listrik bisa memangkas 75 ribu pekerjaan. Bahkan, sektor pemasok suku cadang kecil akan terkena imbasnya pada 2030.
Dilansir dari Khaleej Times, Sabtu 16 Juni 2018, studi yang dilakukan oleh IG Metall Union bersama BMW, Volkswagen, dan sejumlah pembuat suku cadang mobil mengatakan kendaraan yang “ lebih bersih”, menimbulkan tantangan besar untuk industri otomotif Jerman yang menyerap tenaga kerja hingga 800 ribu orang.
Mobil listrik ini lebih mudah dibangun dan membutuhkan bagian yang jauh lebih sedikit, daripada mobil berbahan bakar bensin atau solar.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fraunhofer Institute, pergeseran mobil konvensional menjadi mobil listrik ini akan menghilangkan 100 ribu dari 210 ribu pekerjaan di industri mobil pada 2030.
Lalu, industri mobil listrik akan menyerap 25 ribu tenaga kerja baru terkait baterai dan komponen mobil listrik lainnya.
Angka-angka dihitung berdasarkan asumsi bahwa pada saat itu, 25 persen dari semua mobil di jalan-jalan Jerman akan sepenuhnya listrik, sementara 15 persen lainnya akan menjadi hibrida, yang menggabungkan motor listrik dengan mesin pembakaran internal tradisional.
Saat ini, mobil listrik yang ada di pasar kurang dari 2 persen dari total mobil listrik secara keseluruhan.
CEO IG Metall, Joerg Hoffman, mengatakan pemerintah dan bos perusahaan perlu mengambil tindakan segera untuk mempersiapkan industri, termasuk melalui skema pelatihan ulang.
“ Akan ada pemasok yang tidak akan dapat menyesuaikan model bisnis mereka, terutama di antara perusahaan kecil dan menengah,” kata Hoffman.
Sebagai gambaran, saat ini ada 4 ribu pekerja yang merakit satu mesin mobil bertenaga bensin per tahun. Dengan adanya mobil listrik, hanya ada 1.840 orang pekerja yang dibutuhkan untuk membangun motor listrik untuk mobil. (ism)
Dream – Pemerintah terus mendorong percepatan realisasi proyek mobil listrik. Saat ini, aturan terkait proyek mobil listrik ini tinggal menunggu tanda tangan Presiden Joko Widodo.
“ Sudah di Sekretariat Negara. Tinggal tanda tangan. Kami harapkan dalam waktu dekat, sudah keluar,” kata Direktur Teknik dan Lingkungan Ketanagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Munir Ahmad di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 25 Januari 2018.
Menurut Munir, salah satu hal yang diatur dalam beleid ini adalah tugas-tugas kementerian terkait dan PT PLN (Persero) untuk mendorong percepatan mobil listrik.
![]()
“ Setiap kementerian punya tugas masing-masing, Kementerian Perindustrian apa (tugasnya), Kementerian Perdagangan apa, dan kami apa. Kemudian, PLN menyiapkan SPLU-nya,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya