Ilustrasi Kendaraan Nirsopir.
Dream – Mobil nirsopir menjadi salah satu tunggangan yang tengah dikembangkan oleh produsen otomotif. Tentunya, mereka juga mengetes teknologi yang digunakan untuk mobil ini.
Apalagi untuk unsur keamanannya. Dikendalikan sepenuhnya oleh teknologi buatan, pembuat mobil nirsopir tentu tak ingin ciptannya disusupi peretas.
Kalau sistem komputernya dibajak, mobil ini akan berubah menjadi senjata.
Dilansir dari Carscoops, Selasa 18 September 2018, Chief Executive Blackberry, John Chen, mengatakan mobil autonomous bisa dibajak dan bisa berubah menjadi mobil membahayakan. Chen menjelaskan mobil tanpa sopir memiliki lebih banyak kode dibandingkan pesawat jet tempur.
Kode-kode itu membuka peluang bagi para peretas untuk mengacau.
“ Sebuah mobil bisa dengan mudah terinfeksi virus dan pada dasarnya penuh senjata. Kalau peretas bisa menguasainya, kamu bisa membayangkan apa yang akan dilakukan,” kata dia.
Chen mengatakan saat ini Blackberry sedang mengembangkan teknologi mobil driveless dan bekerja sama dengan peramban internet, Baidu. Pihaknya juga masih mewaspadai risiko mobil tanpa sopir.
“ Saya bisa membuat mobil yang 90 persen bebas virus. Tapi, setelah mengaspal dan digunakan, mobil ini harus dicek rutin,” kata dia.
Chen mengatakan masih banyak tantangan yang harus diatasi sebelum kendaraan swakemudi menyapa konsumen.
“ Peraturan dan teknologi keamanan perlu ditetapkan dengan baik sebelum mengizinkan mobil ini di jalan. Mobil itu masih memiliki banyak kesalahan manusia dan kontrol keamanan,” kata dia.
Mobil driveless juga akan menjadi tantangan bagi perusahaan asuransi dan anggota parlemen. Mereka mempertanyakan pihak yang akan bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan.
Advertisement

Kemnaker Sesuaikan Regulasi Ketenagakerjaan Imbangi Dinamika Dunia Kerja


Model AI Meta Retas Perusahaan Lain Saat Uji Coba Keamanan Siber, Apa Dampaknya untuk Kita?

Bukan 17 Agustus, Ini Kota yang Sudah Proklamasikan Kemerdekaan 2 Hari Sebelumnya

Bukan 17 Agustus, Ini Kota yang Sudah Proklamasikan Kemerdekaan 2 Hari Sebelumnya

Model AI Meta Retas Perusahaan Lain Saat Uji Coba Keamanan Siber, Apa Dampaknya untuk Kita?
