Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Kendaraan Nirsopir.
Dream – Mobil nirsopir menjadi salah satu tunggangan yang tengah dikembangkan oleh produsen otomotif. Tentunya, mereka juga mengetes teknologi yang digunakan untuk mobil ini.
Apalagi untuk unsur keamanannya. Dikendalikan sepenuhnya oleh teknologi buatan, pembuat mobil nirsopir tentu tak ingin ciptannya disusupi peretas.
Kalau sistem komputernya dibajak, mobil ini akan berubah menjadi senjata.
Dilansir dari Carscoops, Selasa 18 September 2018, Chief Executive Blackberry, John Chen, mengatakan mobil autonomous bisa dibajak dan bisa berubah menjadi mobil membahayakan. Chen menjelaskan mobil tanpa sopir memiliki lebih banyak kode dibandingkan pesawat jet tempur.
Kode-kode itu membuka peluang bagi para peretas untuk mengacau.
“ Sebuah mobil bisa dengan mudah terinfeksi virus dan pada dasarnya penuh senjata. Kalau peretas bisa menguasainya, kamu bisa membayangkan apa yang akan dilakukan,” kata dia.
Chen mengatakan saat ini Blackberry sedang mengembangkan teknologi mobil driveless dan bekerja sama dengan peramban internet, Baidu. Pihaknya juga masih mewaspadai risiko mobil tanpa sopir.
“ Saya bisa membuat mobil yang 90 persen bebas virus. Tapi, setelah mengaspal dan digunakan, mobil ini harus dicek rutin,” kata dia.
Chen mengatakan masih banyak tantangan yang harus diatasi sebelum kendaraan swakemudi menyapa konsumen.
“ Peraturan dan teknologi keamanan perlu ditetapkan dengan baik sebelum mengizinkan mobil ini di jalan. Mobil itu masih memiliki banyak kesalahan manusia dan kontrol keamanan,” kata dia.
Mobil driveless juga akan menjadi tantangan bagi perusahaan asuransi dan anggota parlemen. Mereka mempertanyakan pihak yang akan bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya