Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Sumber: Www.deviantart.com)
Dream - Sebagai upaya dalam menghasilkan produk pengarajin lokal berkulitas, Dewan Kerajinan Nasional Jakarta (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta menggelontorkan sejumlah dana untuk memberi pelatihan ke sejumlah warganya.
Pada tahun pertama, sebanyak 30 warga rumah susun Marunda siap dicetak menjadi pengrajin batik yang profesional.
"Jakarta ini merupakan kota metropolitan yang menjadi melting pot berbagai budaya. Seperti Indonesia mini yang banyak menginspirasi. Jadi harus mampu dituangkan ke berbagai produk kreatif," tutur Veronica Tan pada Selasa, 29 September 2015.
Fesyen menjadi daya tarik sendiri sebagai ladang garapan dari Dekranasda tiga tahun kedepan. Secara serius, Pemprov DKI ingin mengangkat batik khas Betawi ke dunia intenasional. Sehingga Dekranasda tengah merancang ikon-ikon Jakarta yang baru bertemakan Flora dan Fauna.
"Kami bersama JFW 2016 sejak Juni hingga akhir tahun ini memberi pelatihan kepada warga rusun Marunda untuk bisa membatik dan menciptakan ikon kota Jakarta yang baru," lanjut Veronika saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat.
Beberapa motif seperti salak condet, sirih kuning, melati gambir, kembang teleng, salak condet, kerak nasi, tapak dara dan nona makan sirih siap mereka tuangkan dalam motif-motif batik yang baru.
"Saya belajar pada orang-orang Betawi, jadi bunga apa saja yang khas dari Jakarta. Jadi nanti Elang Bondol dan Salak Condet nggak cuma menghiasi Trans Jakarta tapi jadi batik juga," ungkapnya menambahkan.
Selain membatik, rencananya tahun depan pelatihan akan dikembangkan pada kompetensi menyulam, membordir, melukis dan menjahit. "Tahun ini kami sediakan dana sebanyak 60 juta, dan tahun ditambah hingga 3,5 miliar," lanjut istri gubernur Jakarta, Basuki T Purnama ini.
Sedangkan untuk produk yang dihasilkan, saat ini mereka tengah fokus membuat produk yang mudah dipasarkan. "Kami baru membuat syal aja yang mudah dipasarkan karena biasanya dijadikan souvernir khas Jakarta yang dibawa ke luar negeri. Jadi mereka senang karena mudah mendapatkan uang," ungkap Veronica kemudian.
Sedangkan beberapa desainer binaan mereka yang dianggap memenuhi standar akan dibawa ke ajang fesyen Jakarta Fashion Week (JFW) 2016. Sebanyak sepuluh desainer akan tampil mewakili desainer lokal di ajang tahunan itu.
"Sepuluh desainer ini masih sama seperti tahun lalu karena belum ada desainer baru yang memenuhi standar kami," pungkas Veronica
Sepuluh perancang busana yang beruntung yaitu Roemah Kebaya, Rumah Betawi, Riana Kesuma Batik, Batik Chic, Dara-dara, Lita Senoaji, Dara Baro, Artina Bordir, Jasmine Tee, Nita Seno Aji dan yang terakhir Mahadevi. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran