Sekuel Filosofi Kopi: Film Ben & Jody Diubah Jadi Genre Action

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 6 Januari 2022 12:09
Sekuel Filosofi Kopi: Film Ben & Jody Diubah Jadi Genre Action
Bergenre action, film ini hadirkan sensasi baru buat para penggemar 'Filosofi Kopi'.

Dream – Chicco Jerikho dan Rio Dewanto kembali membintangi sekuel Filosofi Kopi, kali ini mereka hadir dengan Film Ben & Jody yang siap menghajar dunia perfilman Indonesia.

Namun bila kamu belum menyaksikan dua film Filosofi Kopi sebelumnya, tidak perlu khawatir karena kamu tetap bisa menikmati petualangan Ben & Jody yang baru.

Film ini menceritakan tentang Ben, diperankan Chicco Jerikho yang menghilang setelah keluar dari filosofi Kopi dan aktif membela kelompok petani yang melawan perusahaan.

Jody yang diperankan Rio Dewanto, sebagai sahabat setianya pun melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan Ben.

Perjalanan ini menghadapkan mereka berdua dengan petualangan hidup dan mati melawan gerombolan pembalak liar pimpinan Tubir yang diperankan Yayan Ruhian.
Hingga akhirnya, pertemuan Ben dan Jody dengan kelompok kampung adat membuka Kembali kesempatan melawan mereka.

Hadir di bioskop pada 27 Januari 2022 mendatang, film ini disutradarai Angga Dwimas Sasongko sama seperti dua film sebelumnya.

Bertabur bintang, selain hicco Jerikho, Rio Dewanto, film ini juga diramaikan dengan aksi Hana P. Malasan, Aghniniy Haque, Yayan Ruhian, dan masih banyak lainnya.

1 dari 3 halaman

Beralih genre

Film Ben & Jody berani hadir berbeda dari kebanyakan sekuel film di Indonesia dengan mengambil genre berbeda dari dua film sebelumnya, bila kedua film sebelumnya mengusung genre drama, film ini mengusung genre action.

Film Ben & Jody© Dream.co.id/Anzila Riskia Putri

Cristian Imanuell selaku produser film Ben & Jody mengatakan bahwa film ini merupakan film action yang menjanjikan pengalaman menonton terbaik dan utuh ketika disaksikan di bioskop.

“ Ben & Jody adalah film yang saya berani bilang, akan sangat seru dan terasa action-nya ketika disaksikan di bioskop. Bisa dilihat dari berbagai adegan aksi mulai dari tembak-tembakan hingga car chase,” papar Cris di Bioskop XXI Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Januari 2022 kemarin.

2 dari 3 halaman

From the fantasy of Angga Dwimas Sasongko

Film Ben & Jody penuh dengan fantasi Angga Dwimas Sasongko selaku sutradara film ini.

Bila dilihat dari materi aslinya yang berasal dari buku kumpulan cerita pendek berjudul Filosofi Kopi karya Dewi Lestari, film Filosofi Kopi hanya menjadi satu film dan tidak ada kelanjutannya.

Film kedua merupakan pengembangan dari universe yang telah diciptakan dan diadaptasi dari cerita pendek karya Dewi Lestari.

Selama lima tahun perjalanan sekuel Filosofi Kopi, Angga berpikir saatnya untuk bermain-main dengan fantasi.

Semua fantasi dimulai ketika Angga menjadikan dua karakter terkuat di Filosofi Kopi bermain di genre action, dan perlu menciptakan elemen-elemen baru.
Penciptaan elemen baru itulah fantasi yang Angga buat untuk universe baru Ben & Jody.

3 dari 3 halaman

Fighting Choreographer oleh Yayan Ruhian

Salah satu hal yang paling menarik dalam film ini adalah gerak aksi beladiri yang sesuai dengan karakter para tokoh di dalamnya.

Film Ben & Jody© Dream.co.id/Anzila Riskia Putri

Yayan Ruhian yang menjadi sosok antagonis utama dan fighting choreographer di film Ben & Jody, berhasil membuat gerakan-gerakan berkelahi dengan detail dan mampu membedakan gaya bertarung tiap tokoh dengan karakter yang diperankan.

“ Setiap karakter kami buat spesial dengan memiliki gaya bertarung mereka masing-masing. Karakter-karakter dari Desa Wanareja yang sudah akrab dengan bela diri, tentu treatment dan koreografi bertarungnya berbeda dengan karakter Ben dan Jody yang bisa dikatakan awam,” tutur pria yang akrab disapa Kang Yayan.

Laporan: Anzila Riskia Putri

Beri Komentar