7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Ban Mobil. (Foto: Shuttterstock)
Dream – Ban serep atau ban cadangan sering luput dari perhatian pemilik mobil. Namanya juga ban cadangan, tentunya sifatnya hanya sebagai pengganti jika ban utama bocor. Alhasil, ban ini lebih banyak tersimpan di dalam mobil.
Selama ini ban cadangan disimpan di tempat yang berbeda-beda. Tergantung dari tempat penyimpanan yang dirancang dalam body mobil. Ada yang diletakkan di kolong mobil, bagasi, atau pintu belakang.
Dilansir dari Hyundai, Senin 29 Oktober 2018, ban cadangan sebaiknya diperhatikan agar bisa dalam keadaan prima. Misalnya, kamu harus rutin mencuci ban serep dengan sampo atau sabun mobil.
Sambil dicuci, angkat atau cabut batu, serpihan besi, pecahan kaca atau benda keras lainnya yang terselip di kembangan ban serep. Benda-benda kecil yang terselip di kembangan ban bisa memicu bencana.
Kalau serpihan besi yang terjebak di kembangan ban, dia mampu dengan cepat merobek tapak ban dan serat baja.
Setelah bersih, langsung keringkan ban dengan lap chamois dan diberi semir ban. Fungsi semir adalah menjaga elastisitas karet ban dan terlihat mengilap.
Sebelum dipasang, cek tekanan angin ban serep, pastikan sesuai standar yang ditetapkan pabrikan. Kamu bisa menggunakan cover ban untuk melindungi ban serep yang ada di kolong dari kotoran.(Sah)
Dream – Bagi pengendara sepeda motor, kamu tentu pernah mengalami kejadian ban bocor. Selain terkena benda tajam, kebocoran ternyata bisa dipicu juga oleh ban dalam yang terlipat.
Mengalami ban bocor saat tengah dalam perjalanan tentu mengesalkan. Apalagi jika di lokasi tidak ada tukang tambal ban atau bengkel.
Dikutip dari laman Suzuki, Kamis 30 Agustus 2018, ban dalam yang terlipat bisa terjadi karena faktor ukuran yang tidak sesuai dengan ban luar. Alhasil, sebagian ruang ban dalam tak terisi angin sehingga terlipat.
Selain ukuran, pemasangan velg yang tak sempurna ketika mengganti ban atau tambal ban juga bisa memicu kondisi tersebut.
Nah, menemukan ban dalam terlipat, bagaimana cara mengakalinya?
Pertama kamu harus memastikan ukuran ban dalam sesuai dengan ban luar. Tak hanya itu, pastikan juga ukuran pelek sesuai dengan ban luar kendaraanmu. Intinya, semua komponen roda harus seukuran. Kalau di bengkel tak ada, jangan memaksakan diri.
Pernah melihat petugas tambal ban yang memasang ban dalam dalam keadaan tanpa angin? Untuk memastikan ini, mereka mencopot dulu pentil ban, baru dipasangkan ke luar.
Ternyata, cara ini salah, guys.
Yang tepat, ban dalam harus dalam kondisi terisi sedikit angin ketika dipasang. Cara ini memang sedikit merepotkan dan memperlambat proses pemasangan. Tapi, trik ini merupakan cara paling tepat agar permukaan ban tertarik sempurna dan tak terlipat ke dalam. Cara ini juga menurunkan risiko ban bocor karena terlipat.
Kalau mau lebih maksimal, kamu bisa sedikit memberikan bedak antara ban dalam dan lapisan dalam ban luar agar tak seret dan posisinya mudah diatur. Atau, kamu juga bisa menggunakan ban tubeless. Ban ini tak menggunakan ban dalam, sehingga aman dari sobekan akibat ban dalam yang terlipat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?