Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Shockbreaker Motor. (Foto: Pexels)
Dream – Modifikasi merupakan salah satu hobi yang paling diinginkan seorang pecinta sepeda motor. Tongkrongan roda dua yang dimilikinya biasanya semakin sangar atau malah makin cantik jika diubah dari bentuk standarnya.
Tak hanya mengubah total penampilan kendaraan, salah satu aktivitas modifikasi motor juga bisa dilakukan lewat hal sederhana.
Salah satu modifikasi yang seirng dilakukan pengendara sepeda motor adalah mengganti anting-anting peninggi shock breaker di belakang motor.
Biasanya modifikasi ini dilakukan agar motor terasa lebih empuk. Pertanyaannya, amankah alat ini digunakan?
Dilansir dari Suzuki, Minggu 28 Oktober 2018, anting-anting shock breaker belakang hanya digunakan sebagai aksesoris motor kontes, bukan sepeda motor yang digunakan untuk berkendara harian.
Tak heran jika produk anting-anting kebanyakan memiliki tampilan yang cantik dan cenderung terbuat dari bahan yang rapuh.
Dengan kata lain, penggunaan anting-anting untuk motor yang digunakan harian cenderung tidak aman. Barang ini juga berisiko menyebabkan kecelakaan karena anting-anting yang patah saat motor “ menghajar” lubang atau ketika digunakan untuk mengangkut beban yang berat.
Selain itu, penambahan anting-anting pun sangat rentan membuat shock breaker bengkok. Lebih parahnya lagi, bisa membuat shock breaker patah karena karet yang berada di swing arm tidak berfungsi mengikuti alur guncangan shock breaker.
Risiko ini akan semakin tinggi saat shock breaker yang digunakan bukan produk standar atau kualitasnya sudah buruk, bahkan bisa membuat kendaraan mudah oleng saat menikung.
Kalau ingin sepeda motor yang gaya, lebih baik memilih motor sport yang telah dirancang khusus bagi kamu yang memiliki jiwa sporty. Kalau ingin melakukan modifikasi agar buritan lebih tinggi, sebaiknya kamu mengganti shock breaker dengan yang lebih tinggi.
Tapi ingat, pastikan shock breaker pengganti yang dipilih kualitasnya lebih baik atau setara dengan shock breaker standar bawaan pabrik.
Kalau terpaksa harus memilih anting-anting karena keterbatasan budget modifikasi, sebaiknya cari anting-anting pengganti (bukan anting-anting tambahan) yang harganya tidak terlalu jauh dengan anting-anting tambahan.
Jangan lupa, pastikan memilih anting-anting yang berkualitas tinggi. Memang modifikasi ini memakan biaya yang lebih tinggi. Tapi, dengan ini setidaknya, kamu akan jauh lebih aman dan berkendara pun bisa jadi lebih menyenangkan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya